Mengusung tema "Perempuan Minang, Saatnya Berkarya dan Menginspirasi", Kementerian Pemberdayaan Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan acara Talkshow Perempuan di Gedung Auditorium UNP, Kamis (26/9).
Ketua pelaksana, Fenni Hasanah menyampaikan tujuan diadakan acara ini yakni agar budaya-budaya Minang yang sempat terlupakan kembali dikenang, terutama oleh generasi muda. "Sesuai dengan tema yang diangkat, tujuan acara ini adalah agar perempuan-perempuan Minang termotivasi untuk berkarya sesuai potensi yang dimilikinya dan menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan lainnya," tuturnya.
Fenni juga menambahkan, "Semoga dengan adanya talkshow ini, perempuan minang tidak buta akan budaya, tahu hakikat dan kedudukan dirinya dan mampu menjadi leader of changes di masyarakat," tuturnya.
Talkshow Perempuan ini dihadiri oleh dua orang pemateri, yaitu Dosen Sastra Minangkabau Universitas Andalas, Dr. Lindawati, M. Hum., dan Dosen Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP, Dra. Asmar Yulastri, M. Pd., Ph. D.
Pemateri pertama, Lindawati menyampaikan bahwa perempuan Minangkabau merupakan sumber informasi dalam masyarakat matrilineal sesuai dengan pepatah pai tampek batanyo, pulang tampek baburito , jadi segala sesuatu hal harus dibicarakan dengan bundokanduang.
"Surga itu di bawah telapak kaki ibu, kebahagiaan hakiki dunia akhirat bisa dicapai oleh seseorang ketika dia bisa menghormati perempuan," tuturnya.
Lindawati berpesan, perempuan minang harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman agar bisa menghadapi tantangan sosial, budaya, politik dan ekonomi dengan berpegang kepada falsafah Minangkabau,adat basandi syarak, syarak basandikitabullah.
Pemateri kedua, Asmar, menyampaikan bahwa perempuan Minang harus mampu menjadi inspirasi banyak orang. "Jika kita hanya berdiam diri saja, kita tidak akan bisa berkiprah dan akan tertinggal," tuturnya.
Asmar juga berpesan, perempuan Minang harus mampu mengembangkan kreatifitas dan inovasi, aktif berorganisasi, dan senantiasa berpegang teguh kepada agama dan adat istiadat.
Acara ini merupakan bagian dari serangkaian acara Anugerah Perempuan Minang tingkat Sumatra Barat yang diadakan selama dua hari berturut-turut, yakni tanggal 26-27 September 2019.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!