Nothing is wrong impossible and impossible is nothing.Jika menginginkan tidak ada yang tidak mungkin, sertakan Tuhan dalam segala hal.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Dekan III, Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Negeri Padang (UNP), Abror, S.E., M.W., Ph.D., pada Seminar Beasiswa yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UNP di Aula Prof. Kamaludin FE UNP, Sabtu (12/10).
Di zaman yang digital native ini, lanjut Abror, seharusnya mahasiswa mampu mencari dan mendapatkan informasi yang banyak. Terlebih mengenai pendidikan dan beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa pascasarjana, katanya, kita harus memenuhi beberapa persyaratan dan mempersiapkan berbagai hal.
Abror juga mengatakan bahwa bagi calon penerima beasiswa pascasarjana, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya memiliki tekad yang kuat untuk kuliah, tidak perlu malu menjadi penerima beasiswa, rajin membaca buku, serta memperkaya wawasan. Selain itu, juga harus memenuhi persyaratan administratif, tentukan jurusan dan universitas tujuan, tingkatkan skor TOEFL dan IELTS, sertifikasi bahasa, kontribusi untuk bangsa, serta siapkan visi dan misi untuk ke depannya.
Lebih lanjut, Abror mengatakan bahwa ada beberapa bentuk beasiswa S2 dan S3, yaitu beasiswa pemerintah Indonesia dari dalam dan luar negeri dan beasiswa umum dari dalam dan luar negeri. Sementara itu, jenis beasiswa dari pemerintah dalam negeri untuk pascasarjana adalah beasiswa LPDP, beasiswa Unggulan, Bidikmisi, SEARCA, beasiswa Buddy dalam dan luar negeri, beasiswa AUN/SEED NET, beasiswa alumni Bidikmisi, beasiswa Afirmasi, beasiswa Kominfo, serta beasiswa Disabilitas LPDP bagi mahasiswa yang memiliki kebutuhan khusus.
Abror juga memaparkan bahwa untuk jenis beasiswa umum, jenisnya antara lain beasiswa Full Bright, beasiswa DAAD, STUNED, Australia Scholarship, beasiswa Arab saudi KFUPM, Aichi scholarship, beasiswa Fashion, beasiswa Chevening 2020, dan beasiwa Orange Tulip Scholarship Belanda.
Selanjutnya, untuk persyaratan mendaftar beasiswa pascasarjana, kata Abror, merupakan warga Negara Indonesia, memiliki jiwa kepemimpinan, aktif kegiatan sosial, menandatangani surat pernyataan tertentu, dan masih banyak lagi tergantung persyaratan yang ditentukan oleh masing-masing pemberi beasiswa.
Abror menambahkan bahwa untuk persyaratan khusus penerima beasiswa pascasarjana, di antaranya memiliki usia maksimal 35 tahun untuk program Magister dan 40 tahun untuk program Doktor, prestasi akademik skor TOEFL 550 atau 500, IPK S1 minimal 3.00, dan IPK S2 minimal 3.25, memiliki pengalaman organisasi, kontribusi masyarakat, serta prestasi lainnya.
"Upaya perlu dilakukan dalam mendapatkan beasiswa," tegas Abror.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!