Hal ini disampaikan oleh Reno Fernandez, S.Pd., M.Pd., saat menjadi pemateri pada Gebyar Kampus Merah dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda di Taman Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang, Senin (28/10).
Persatuan akan membuat kokoh, lanjutnya, dan tidak akan bisa seseorang berjuang sendirian. Ia juga menyatakan bahwa pemuda zaman dahulu yang telah berhasil memproklamirkan kemerdekaan mempunyai semangat berkolaborasi. "Seperti beragam kelompok pemuda yang memutuskan melebur menjadi satu," ujar Reno.
Selain semangat berkolaborasi, kata Reno, pemuda dulu merupakan orang-orang yang cakap dalam berkomunikasi. Ia mencontohkan bahwa dulunya media yang bisa menginformasikan hal penting itu tidak ada, tetapi pemuda saat itu mampu menciptakannya, misalnya majalah.
Melalui tulisannya, pemuda zaman dulu mampu membuat orang-orang sadar bahwa dirinya sedang terjajah. Hal ini dikarenakan pemuda dulu mampu bersikap kreatif, inovatif dan bersikap kritis serta adanya budaya literasi dan intelektual yang tinggi dalam mengkomunikasikan tulisannya.
Reno melanjutkan bahwa dengan revolusi industri 4.0, teknologi hanya saluran komunikasi baru, bukan hanya sekedar gaya. "Jangan sampai menghamba sebagai pengguna," pesannya.
Lebih lanjut, Reno menyampaikan bahwa budaya individual sudah hampir melekat dalam jiwa pemuda Indonesia saat ini. Harusnya pemuda mampu menyadari hakikatnya sebagai manusia.
Reno berharap agar kemudahan teknologi mendorong pemuda untuk lebih mudah berkomunikasi dan berkumpul agar terciptanya gagasan baru. Ia juga berpesan agar pemuda dapat memperkuat cara berpikir ilmiah dengan menggali ilmu di segala bidang. "Jika tahu ontologism, epistimologi, dan aksiologis, maka pemuda tidak akan mudah termakan hoaks," tegasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!