Namun terdapat masalah baru mengenai gedung ini. Banyak mahasiswa yang mengeluhkan gedung ini karena tidakmemiliki lahan parkir. Mahasiswa dan dosen diminta parkir di lahan parkir SMA Laboratorium Pembangunan.Seperti yang diungkapkan Eri Yadi Setiawan, mahasiswa Teknik Sipil TM 2011. Ia merasa tidak aman jikamemarkirkan motornya di SMA Laboratorium Pembangunan. "Lagipula, terlalu jauh," terangnya, Jumat (27/1).Menurutnya gedung ini lebih baik disediakan lahan parkir dulu sebelum digunakan karena tidak sedikit jugamahasiswa yang nekad parkir di pinggir jalan dan mengganggu lalu lintas.
Hal serupa juga dirasakan Nofadila Karmila, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia TM 2009, lebih memilih menitipkan motornya di lahan parkir Fakultas Ekonomi (FE). Ia tidak mau parkir di SMA Laboratorium Pembangunan karena terlihat sepi dan merasa tidak aman. "Di FE saya lihat masih ramai parkirannya, jadi di situ saja," terangnya, Sabtu (25/2). Banyak mahasiswa yang menyesalkan gedung baru ini tidak memiliki lahan parkir.
Ada juga mahasiswa yang tetap memarkir kendaraan di dalam pagar gedung baru. Namun, mereka mendapati ban kendaraan mereka dalam keadaan kempes. Hal ini dialami Isra Miharti, Mahasiswa Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan TM 2010. Ia awalnya tidak tahu ada larangan parkir di dalam area gedung baru. "Banyak yang parkir di sana, makanya saya juga parkir," ujarnya, Jumat (27/1). Ia terkejut ketika mengetahui ban motornya kempes. "Ternyata satpam yang melakukan hal itu," tambahnya. Ia mengetahui hal ini setelah satpam datang memperingatinya agar tidak parkir lagi di area gedung.
Berbeda lagi bila sore hari, mahasiswa diperbolehkan parkir di area gedung. Fandi Ahmad, mahasiswa IIPK TM 2009 itu pernah memarkirkan motornya di area gedung ketika mengikuti perkuliahan di sana. Waktu itu, lanjutnya, ia kuliah pada sore hari dan mahasiswa diperbolehkan parkir di area gedung. "Kalau kuliah pagi, saya memang parkir di SMA Laboratorium Pembangunan," ungkapnya, Sabtu (25/2). Menurutnya, sistem parkir di SMA Laboratorium Pembangunan itu teratur, namun memang jauh dari gedung perkuliahan. "Jadinya harus bolak-balik," lanjutnya.
Ketika dikonfirmasi mengenai masalah ini, Nasaruddin. H, Kepala Bagian Rumah Tangga UNP, sangat menyayangkan sikap mahasiswa yang menginginkan lahan parkir harus di lokasi perkuliahannya. "Seharusnya mahasiswa patuh saja terhadap peraturan," terangnya, Kamis (26/1). Lebih lanjut ia menjelaskan lahan parkir di SMA Laboratorium Pembangunan bagi mahasiswa dan dosen yang kuliah di gedung baru tersebut hanya sementara. Sampai saat ini, tambahnya, pihak universitas tengah mengusahakan pembuatan lahan parkir di belakang kedua gedung baru tersebut. "Saya harap mahasiswa bisa mematuhi dulu peraturan yang telah ditetapkan," ungkapnya, Kamis (26/1). Tuni, Zolla
Komentar & Tanggapan Pembaca (1)
Jalan Beton yang di bangun di depan MKU UNP banyak masalah broo....... yang dibiayai ber Milyar-milyar belum genab sebulan dipakai udah mulai berlubang dan pasir nya udah mulai berterbangan berarti pembangunannya bermasalah...... cek lah kesana udah ada yang mulai berlubang dan garis-garis yang dibikin pemborong udah banyak yang habis alias terkikis ditengah-tengahnya dijamin ngak sampai setahun jalan ini hancurĂ‚Â