Berita

Kedepankan Konsep Halal-in Guna Tunjang Pariwisata

Kedepankan Konsep Halal-in Guna Tunjang Pariwisata
Penyampaian gagasan dari delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada acara PIKOM-G 2019 di Aula Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang, Sabtu (23/11). f/Nilam

Meningkatnya jumlah wisatawan ke suatu wilayah harus ditunjang dengan berbagai sarana prasarana pendukung.

Hal ini disampaikan oleh Enda Dwi Maisari selaku delegasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada acara presentasi Pekan Ilmiah dan Kompetisi Geografi (PIKOM-G) 2019 di Aula Pasca Sarjana Universitas Negeri Padang, Sabtu (23/11).

Enda menyatakan bahwa di Gunung Kidul sangat perlu dikembangkan wisata halal menginat banyaknya wisawatan muslim. Hal ini menyebabkan perlunya analisis Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat atau yang lebih dikenal dengan analisis SWOT.

Analisis SWOT, lanjutnya, merupakan suatu metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Ia melanjutkan bahwa peran berbagai pihak sangat diperlukan, seperti pemerintah, masyarakat, serta destinasi wisata itu sendiri.

Untuk itu, kata Enda, perlu adanya layanan yang memudahkan pengunjung untuk berwisata. Ia pun berinisiatif membuat website Halal-in.com. Website ini akan menyajikan informasi mengenai makanan halal serta penginapan bagi pengunjung.

Enda berharap dengan adanya website ini dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian masyarakat sekitar serta menjadi kawasan rujukan halal tourism. Ia juga menambahkan bahwa tidak akan pembedaan pelayanan bagi wisatawan non-muslim, misalnya dalam hal penginapan.

Padawebsite itu, lanjut Enda, ada bagian tanya jawab atau lebih dikenal dengan istilah QnA yang berguna untuk forum diskusi. Salah satunya untuk menanyakan perihal status kepada pasangan yang memesan penginapan. Jika tanpa status yang jelas, maka pemesanan kamar harus dipisah.

"Memang mengedepankan konsep halal-in," sebutnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Nilam Purnama Sari
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita
Diedit & Diverifikasi oleh: Julia Fitri (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.