Akibat pandemiCovid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini, sejumlah kegiatan di Universitas Negeri Padang (UNP) dialihkan menjadi daring. Namun, beberapa kebijakan masih simpang siur dikalangan mahasiswa. Salah satu nya pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) yang lulus pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2020.
Pada tanggal 3 Agustus 2020 di lamanInstagramBadan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNP telah disampaikan bahwasannya PKKMB untuk jalur masuk SNMPTN tahun ini diadakan secara daring yang akan dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus 2020 melalui aplikasiZoom, pada tanggal 6 akan diikuti oleh empat fakultas yaitu FMIPA, FBS, FIK dan FPP lalu pada tanggal 7 diikuti oleh empat fakultas lainnya yaitu FIP, FIS, FT dan FE. Diltersebut juga dipaparkan mengenai aturan dan tata tertib pelaksanaan PKKMB daring beserta rangkaian acara yang akan dilaksanakan oleh tingkat universitas selama dua hari berturut-turut. Lalu untuk PKKMB tingkat fakultas akan dilaksanakan pada keesokan harinya yaitu pada tanggal 8 Agustus 2020.
Berdasarkan hal ini muncul tanggapan dari sivitas akademika UNP. Salah satunya adalah Mahasiswa baru yang lulus melalui jalur masuk SNMPTN, Prodi S1 Sastra Inggris TM 2020, Rizka Kusuma. Ia mengatakan bahwa keputusan yang diberikan oleh UNP untuk kegiatan PKKMB secara daring adalah sebuah keputusan yang tepat apalagi dimasa pandemi seperti saat sekarang ini. "Setidaknya kita bisa mengikuti protokol kesehatan dari pemerintah dalam mengurangi penyebaranCovid-19" ujarnya saat dihubungi melaluiWhatsApp Senin(3/8).
Ia juga menambahkan bahwa mungkin ada beberapa calon mahasiswa baru yang sangat mengharapkan PKKMB tahun ini diadakan secara langsung atau tatap muka karena indonesia sudah menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau lebih dikenal normal baru saat ini. "Setidaknya kita tetap bisa melaksanakan PKKMB dan kegiatan lainnya meskipun melalui virtual," tutupnya.
Senada dengan Rizka, Mahasiswa baru yang juga lulus dari jalur masuk SNMPTN Prodi S1 Penjaskesrek TM 2020, Denny Yarly mengatakan bahwa ada bagusnya apabila PKKMB diadakan melalui daring ia juga setuju dengan keputusan tersebut, menurutnya bila PKKMB dilaksanakan secara daring hal itu bisa menjadi salah satu langkah untuk memutuskan rantai Covid-19. "Kita bisa memutus rantai penyebaran virus corona ini dengan melakukan PKKMB daring di rumah saja," ujarnya ketika dihubungi viaWhatsApp, Senin (3/8).
Ditambahkan oleh Denny jika kegiatan PKKMB ini dilakukan secara daring mungkin saja memiliki hambatan seperti jaringan internet yang tidak stabil, mungkin saja ada mahasiswa baru yang tinggal di pulau-pulau atau di pelosok dan mereka akan sedikit susah untuk mencari jaringan dan ditakutkan nantinya saat mengikuti PKKMB akan terganggu.
Untuk mengonfirmasi permasalahan PKKMB ini Ganto menghubungipihak BEM UNP yaitu Fadel Muhammad selaku menteri dalam negeri BEM UNP via WhatsApp. Fadel menjelaskan bahwa pelaksanaan PKKMB tahun ini akan diadakan secara daring, kegiatan PKKMB Universitas dilaksanakan pada tanggal 6-7 Agustus, dengan memakai AplikasiZoom. Untuk masuk ke dalam aplikasi ini peserta akan diberikanLink masing-masing mahasiswa baru tersebut. Untuk aturannya sendiri kata Fadel tetap seperti biasa yaitu setiap mahasiswa baru wajib memakai baju hitam putih saat pelaksanaan PKKMB berlangsung dan wajib mengikuti seluruh aturan dan tata tertib yang telah dibagikan.
PihakGantojuga menanyakan apakah memang tidak ada gambaran kalau PKKMB diadakan secara tatap muka dengan mematuhi aturan protokol kesehatan lalu Fadel menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan PKKMB secara tatap muka memang tidak diizinkan. "Memang tidak diizinkan kalau tatap muka, karena dikhawatirkan akan muncul klaster baru di lingkungan kampus," terangnya, Senin (3/8).
Lebih lanjut, Fadel mengatakan bahwa sebenarnya untuk PKKMB tahun ini pihaknya telah cukup banyak menyusun rencana terkait pelaksanaan PKKMB sendiri dan itu semua sudah siap semenjak bulan Februari lalu, mulai dari proposal hingga teknisnya, namun dikarenakan adanya pandemi ini semua rencana yang telah disusun menjadi batal. "Sebenarnya cukup banyak rencana kita terkait PKKMB tahun ini, mulai dari seremoni sampai pemecahan rekor muri, tapi mau bagaimana lagi keadaan yang tidak memungkinkan." tutupnya Senin (3/8).
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!