Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh pada tanggal 24 September, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumatera Barat (Sumbar) melakukan orasi atas tuntutan masalah pertanian di kantor Gubernur Sumbar, Kamis, (24/9).
Aksi yang menjadi agenda rutin dalam rangka menuntut hak petani tahun ini berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya. Kali ini, aksi yang dilakukan oleh aliansi BEM Sumatera Barat tidak sebanyak dulu karena harus memperhatikan protokol kesehatan.
Dikarenakan masalah protokol kesehatan tersebut, orasi yang berlangsung sejak pukul 14.30 WIB hanya dilakukan diluar pagar kantor Gubernur Sumbar dan dikawal oleh pihak kepolisian. Dalam orasinya, aliansi BEM Sumbar meminta agar pihak kepolisian mengizinkan mereka untuk melakukan orasi dan bertemu dengan Gubernur Sumbar di halaman kantor Gubernur, namun pihak kepolisian tidak mengindahkan permintaan mereka.
Sehubungan dengan hal tersebut, mahasiswa penyampai tuntutan mengaku cukup kecewa sebab tidak diizinkannya mereka melakukan orasi di halaman kantor Gubernur atas alasan protokol kesehatan dari pihak kepolisian.
"Pak polisi, kami sudah menerapkan protokol kesehatan dan tidak membawa senjata apapun. Kami hanya membawa tuntutan rakyat tani, namun mengapa tidak diizinkan masuk," ujar mahasiswa yang menjadi pemimpin orasi tersebut.
Negosiasi berlangsung cukup lama sampai masuk waktu solat Ashar, dengan hasil yang sama, pihak kepolisian juga masih mengawal ketat pintu pagar kantor tersebut.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!