Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan, Program Studi Informasi, Perpustakaan dan Kearsipan (IPK), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan webinar gratis tentang "Penulisan Artikel Ilmiah" yang diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting dan streaming Youtube, Sabtu (17/10).
Prof. Dr. Ermanto, M. Hum. selaku peninjau Jurnal Bahasa dan Sastra mengatakan tujuan diadakannya webinar ini adalah untuk pengenalan tata cara penulisan artikel bagi penulis pemula. Beliau berharap dengan diadakannya webinar ini dapat melahirkan penulis-penulis yang tulisannya dapat dimuat di dalam jurnal ilmiah bergengsi.
Webinar kali ini diisi oleh Muhammad Adek, S. Hum, M. Hum. selaku pemimpin redaksi Jurnal Bahasa dan Sastra serta dosen Program Studi Sastra Indonesia FBS UNP. Menurut beliau, menulis artikel ilmiah adalah sama dengan mengomunikasikan kerja penelitian ke publik. Penulis harus terlebih dahulu melakukan penelitian lapangan dengan sungguh-sungguh.
"Artikel yang bagus adalah riset yang sungguh-sungguh. Paradigma itu yang harus kita tancapkan di dalam pikiran kita," ujarnya.
Adek berpendapat bahwa kunci dari menulis adalah membaca dan fokus ke satu bidang. Ia membandingkan dengan seribu kali membaca, baru bisa melahirkan satu tulisan saja. Beliau memperingati jangan sekali-kali menulis tanpa membaca.
"Membaca adalah modal untuk menulis. Jika tidak ada bahan bacaan, maka tidak ada ide. Jika tidak ada ide, analisis menjadi dangkal. Jika analisis dangkal, penggunaan kosakata terbatas, akibatnya artikel menjadi tidak menarik," ujarnya.
Terdapat tiga tahapan dalam menulis sebuah artikel ilmiah yang dipaparkan oleh Adek. Pertama, yaitu rencanakan. Persiapkan sebuah penelitian/studi yang menarik. Kedua, lakukan. Kerjakan penelitian dengan sungguh-sungguh dan jujur. Ketiga, tulis dan sebar luaskan penelitian ke khalayak.
Selanjutnya, beliau juga menjelaskan empat inti sari dalam penulisan artikel ilmiah secara umum yang beliau sebut dengan format IMRAD.
"Format IMRAD itu adalah introduction, method, result, dan discussion. Empat format ini yang biasanya menjadi struktur dalam penulisan artikel ilmiah secara umum," ujarnya.
Dalam webinar ini, Muhammad Adek juga berharap kalau artikel ilmiah bisa menjadi pengganti skripsi yang biasa dijadikan syarat kelulusan mahasiswa. Menurutnya penulisan skripsi sudah tidak efektif lagi, karena banyak membuang kertas, revisi yang tidak kunjung selesai, dan hanya akan menjadi pajangan di perpustakaan saja. Dengan digantinya ke bentuk artikel ilmiah, akan banyak hasil penelitian-penelitian baru yang akan dimuat di jurnal bergengsi dan tentunya akan lebih berguna untuk khalayak umum.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!