Berita

Ikram Saputra: Media Mengalami Kembang-Kempis Saat Pandemi Covid-19

Ikram Saputra: Media Mengalami Kembang-Kempis Saat Pandemi Covid-19
Ikram Putra saat sedang menyampaikan materinya dalam Webinar 2020 Joufest via Zoom Meeting, Minggu (15/11). f/Vedri*

LPM Manunggul Universitas Diponegoro (UNDIP) mengadakan Webinar 2020 Journalism Festival (Joufest) dengan menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Ikram Putra selaku Manajer Pengembangan Khalayak The Conversation Indonesia, Aliansi Jurnalis Indenpenden Adi Prasetya dan Zakki Amali selaku Asisten Redaktur Tirto.id via Zoom Meetting dan Live Streaming YouTube, Minggu (15/11).

Ikram Putra mengungkapkan bahwa nasib media jurnalis saat ini tengah kembang-kempis di situasi pandemi Covid-19. Selain media jurnalis, terdapat beberapa media yang juga ikut kena dampak dari adanya pandemi Covid-19 seperti media cetak, media hiburan, media siaran radio, dan media lainnya.

"Sudah delapan bulan pandemi berlalu, akibatnya membuat media cetak harus mengurangi pegawai dan belanjaannya, guna untuk bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19 ini," ungkapnya.

Kemudian, Ikram mengatakan saat ini kesadaran membaca masyarakat sangat berkurang, dan ditambah lagi dengan berkurangnya biaya iklan. Menurutnya pemesanan iklan semakin berkurang di media cetak, karena masyarakat bisa mengiklankan produknya sendiri lewat media sosial yang mereka punya.

Ia juga memaparkan tentang "mengapa media perlu bertahan hidup". Media perlu bertahan guna memenuhi demokrasi, karena media termasuk kedalam empat pilar demokrasi. "Jika media jurnalis menghilang, hal ini akan berdampak buruk bagi masyarakat. Bisa jadi kita nanti akan kembali ke masa otoriter ataupun mengalami perubahan yang tidak diinginkan," paparnya.

Selama webinar berlangsung, Ikram juga memberikan tips cara bagi wartawan bertahan hidup ditengah pandemi ini. Menurut Ikram hadirnya pandemi Covid-19 bisa membuat kita paham akan situasi politik di negeri kita dan hal-hal lainnya.

Ia juga menyebutkan masalah jurnalisme masih sama, saat ini pemerintah masih belum mendengarkan kritikan dan aspirasi dari masyarakat.

Ia menegaskan kepada media-media cetak untuk terus meningkatkan dunia usahanya, supaya bisa bertahan hidup di situasi pandemi Covid-19. "Uang yang kita dapat sedikit itu lebih baik, dari pada tidak sama sekali," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Vedri Rahmadhana
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Multimedia
Diedit & Diverifikasi oleh: Masriani Oktari (Staf Iklan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.