Ditjen Pengelolaan Sampah Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan mengadakan webinar dengan mengusung tema "Mercury:Musuh dalam Selimut" dengan menghadirkan Rosa Vivien Ratnawati selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun lainnya dan Dr. dr.Nenden Sobarna, SpKK, FINSDV selaku Dermatovenereologist sebagai pemateri, melalui Zoom Meeting, Kamis (9/9).
Dalam pemaparannya, Vivien menyampaikan beberapa dampak mercury bagi tubuh.
"Dampak mercury ini pada tubu diantaranya dapat menyebabkan kebutaan, mengganggu fungsi mental, kerusakan paru-paru hingga pengecilan kepala," ujarnya.
Selain itu, Vivien juga mengatakan selain dampak yang telah disampaikan, mercury juga merupakan suatu zat yang tidak bisa dimusnahkan.
Sejalan dengan itu, Nenden mengatakan bahwa pemakaian mercury dapat menyebabkan anggota keluarga terkena dampak. Hal ini dikarenakan mercury yang mudah menguap dan memiliki aroma yang menyengat.
"Pada tahun 2019 dari 1044 wanita di Indonesia, 97% mengandung mercury di dalam tubuhnya."
Selanjutnya, Ia juga memberikan tips mengetahui cream mengandung mercury.
"Kita dapat lihat cream mengandung mercury yaitu dari BPOM yang tidak ditemukan saat di tag website, fisiknya mengkilat, aroma menyengat, warna abu, lengket, dan pemakaian 2 minggu langsung kinclong," pungkasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!