Berita

Cara Kerja Cerdas Bekerja saat Terapit Pandemi

Cara Kerja Cerdas Bekerja saat Terapit Pandemi
Tangkapan layar saat berlangsungnya acara Diskusi Ngobrol@Tempo yang diadakan oleh Tempo.co melalui platform zoom meeting, kamis (09/09).

Tempo media group mengadakan Diskusi Ngobrol@Tempo mengusung tema "Kesehatan Mental Pekerja Terapit Pandemi: Bagaimana Kerja Cerdas Bekerja?". Dengan menghadirkan empat orang pembicara, yakni Celentinus Eigya Munthe (Kementerian Kesehatan), Nuri Puwito Adi (Prodi Spesialis Kedokteran Okupasi UI), Rakhmar Aji Pratomo (PT.Mitsubishi Motors Krama Yudha), dan Grace Monica Halim (ILO Geneva). melalui platform zoom meetingdan live streaming youtube, kamis (09/09).

Dalam pemaparanya, Celentinus menyampaikan Burnout menjadi ancaman kesehatan mental saat Work From Home (WFH).

"Walaupun waktu dengan keluarga menjadi lebih banyak karena tidak harus bekerja di luar rumah. Padahal ada bahaya yang mengintai system kerja ini, yaitu Burnout. Penyebab Burnout dapat berupa kelelahan selama WFH karena seseorang tidak bisa memisahkan pekerjaan dengan kehidupan pribadinya, dan menurut penelitian psikologis banyak orang kesulitan membagi waktu," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Dokter Nuri menyampaikan saat menjalankan pekerjaan dengan system WFH, pekerja harus bisa mengambil peran dan pandai membagi waktu.

"Kita harus bisa mengambil peran, misalnya kapan kita me time, kapan mengadakan rapat dengan kolega, kapan menghabiskan waktu dengan keluarga, supaya kita tidak stress dengan pekerjaan," tuturnya.

Selanjutnta, Grace memberikan beberapa tips atau cara menjaga kesehatan mental saat WFH selama pandemi.

"Ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar kesehatan mental tetap terjaga meski bekerja dari rumah. Pertama, melakukan rutinitas pagi, seperti ngopi. Kedua, tetapkan batasan, dengan membuat jadwal bekerja, buat ruang kerja sendiri, istirahat yang cukup, tetap berkomunikasi dengan rekan kerja, sesekali hirup udara segar dengan cukup berjalan di halaman rumah. Tiga. Banyak minum air putih," jelasnya.

Terakhir, Rakhmar menyampaikan produktif di masa pandemi bukan melulu harus bekerja keras, menghasilkan sesuatu atau harus terus belajar.

"Produktif itu akan lebih baik jika bagaimana caranya kita menggunakan waktu dan energi kita dengan efektif dan sesuai porsinya," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Rezi Novita Putri
Jurnalis • Liputan Berita

Sekretaris Umum
Diedit & Diverifikasi oleh: Redaksi (Admin)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.