Berita

Herlin : Kasus kekerasan perempuan di Indonesia meningkat tiap tahunnya

Herlin : Kasus kekerasan perempuan di Indonesia meningkat tiap tahunnya
Tangkapan layar Herlin sedang menyampaikan materinya dalam webinar FIA Care Indonesia, Minggu (19/9).

Sebuah flatfrom yang bergerak dalam bidang program dan layanan perempuan Indonesia, Famale in Action ( FIA) care, mengadakan webinar dengan tema " Pentingnya Mengenal Segala Bentuk Kekerasan Pada Perempuan dan Tips Utama dalam Trauma Healing" dilaksanakan melalui flatform Zoom Meeting, Minggu (19/9).

Herlin Kencana selaku anggota FIA care Indonesia, sekaligus narasumber dalam webinar tersebut, memaparkan kekerasan pada perempuan didefinisikan sebagai suatu tindakan kekerasan berbasis gender.

"Kekerasan pada perempuan didefinisikan sebagai suatu tindakan kekerasan berbasis gender yang mengakibatkan bahaya pada fisik, seksual atau mental perempuan," ujarnya.

Selanjutnya, Ia mengatakan kekerasan seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, menyerang, atau tindakan lainnya terhadap tubuh yang terkait dengan nafsu perkelaminan hasrat seksual seseorang.

"Kekerasan seksual pada pengertian secara sederhananya yaitu setiap tindakan atau perbuatan yang menyimpang terhadap tubuh yang terkait dengan nafsu perkelaminan hasrat seksual seseorang."

Lebih lanjut, Ia menyampaikan di Indonesia setiap tahunnya kasus kekerasan pada perempuan selalu meningkat.

"Setiap tahun kekerasan di Indonesia bertambah, pada tahun 2021 ini kekerasan pada perempuan meningkat , terutama kekerasan yang dialami oleh orang terdekat."

Herlin menambahkan bentuk - bentuk kekerasan seksual ada lima belas, diantaramya pelecahan seksual, eksploitasi seksual , perbudakan seksual, intimidasi seksual, penghukuman seksual, penyiksaan seksual, pemaksaan seksual, perkosaan, kontrol seksual, pemaksaan aborsi, porstitusi paksa, pemaksaan kontrasepsi, praktik tradisi dan pemaksaan kehamilan.

Tuutupnya, Herlin mengatakan ada tiga syarat terjadinya perilaku kekerasan seksual.

"Adapun syarat terjadinya perilaku kekerasan seksual dibagi menjadi tiga yaitu pertama adanya niat yang terdapat di dalam diri pelaku, kedua adanya harapan dalam diri pelaku, dan ketiga adanya keinginan dari objek pelaku," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Vela Pujiastuti
Jurnalis • Liputan Berita

Wakil Pemimpin Redaksi Multimedia
Diedit & Diverifikasi oleh: Monalisa Hidayah (Sekretaris Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.