Berita

Infodemik Selaku Malapetaka Pandemi di Indonesia

Infodemik Selaku Malapetaka Pandemi di Indonesia
Tangkapan layar saat Ahmad Arif menyampaikan materi pada acara webinar "Penanganan Covid-19, Teori Konspirasi, dan Malapetaka Pandemi di Indonesia" yang diadakan oleh HMAP UNY melalui platform Zoom Meeting, Kamis (23/9).

Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik (HMAP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan webinar bertema "Penanganan Covid-19, Teori Konspirasi, dan Malapetaka Pandemi di Indonesia" dengan menghadirkan pemateri Ahmad Arif selaku Ketua Asosiasi Jurnalis Bencana dan Kritis Indonesia via Zoom Meeting, Kamis (23/9).

Dalam materinya, Arif menjelaskan bahwa infodemik memiliki implikasi yang sangat serius terhadap penanganan pandemi dan dampak yang di akibatkannya.

"Infodemik memiliki implikasi yang sangat serius terkait penanganan pandemi dan dampaknya," jelasnya.

Selanjutnya Arif mengungkapkan berdasarkan riset dalam Jurnal Tropical Medicine diketahui bahwa banyak korban jiwa akibat informasi keliru dalam penanganan pandemi, seperti minum obat-obatan yang keliru, penggunaan disinfektan, dan lainnya. Dalam jurnal ini juga disebutkan bahwa Indonesia berada dalam peringkat lima besar negara dengan sebaran infodemik Covid-19 tertinggi.

"Banyak orang meninggal karena informasi keliru dalam penanganan pandemi. Menariknya, Indonesia masuk lima besar negara dengan sebaran infodemik covid tertinggi," ungkapnya.

Arif juga mengungkapkan bahwa laju penambahan hoaks lebih tinggi dibanding kemampuan individu dalam mengecek fakta. Dengan demikian, kesadaran literasi setiap individu sangat dibutuhkan dalam pemutusan penyebaran informasi-informasi hoaks.

"Yang menentukan sebenarnya setiap individu ya, harusnya masyarakat memutusnya bukan menyebarkan informasi yang belum jelas. Jadi, kesadaran literasi setiap orang sangat dibutuhkan," pungkasnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Rizka Salsabila Bakhtra
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Cetak
Diedit & Diverifikasi oleh: Rezky Ultabaini (Kepala Penelitian dan Pengembangan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.