Berita

Integrasikan Mata Kuliah Berspektif Gender

Pendekatan integratif yang baru bisa dilakukan dalam waktu dekat adalah menginventarisasi mata kuliah yang berspektif gender di setiap jurusan yang ada di UNP. Hal ini dijelaskan Dra. Yurni Suasti, M.Si, dalam Brainstroming Internal Peningkatan Kapasitas Gender dalam Pendidikan dalam rangka revitalisasi Pusat Studi Wanita (PSW) UNP tahun 2010, Jumat dan Sabtu (15-16/10) lalu di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Sosial UNP.

"Sebelumnya memang sudah ada mata kuliah bersensitifitas gender, seperti mata kuliah Antropologi Gender," tambah Yurni di depan sekitar 50 peserta yang datang dari UNP, Unand, STKIP PGRI Padang, serta guru-guru PAUD, SD, SMP, dan SMA se-Kota Padang. Seminar peningkatan kapasitas gender dalam bidang pendidikan ini (gender dan kurikulum_red) diselenggarakan oleh PSW UNP yang sudah 20 tahun lalu berdiri. Namun, karena keterbatasan sumber daya manusia dan dana, lembaga yang bernaung di bawah Lembaga Penelitian UNP ini vakum untuk beberapa tahun kemudian.

Hadir juga sebagai pemateri Prof. Dr. Ir. Keppi Sukesi, MS, dengan judul makalah peningkatan kapasitas gender dalam pendidikan, serta Dra. Fatmariza, M. Hum, yang menyampaikan indikator dan isu gender dalam kurikulum. Fatmariza menjelaskan, paradigma dalam masyarakat sejak dulu kala telah tertanam bahwa perempuan diharuskan bekerja hanya pada ranah-ranah yang soft dan tidak banyak mengandung resiko. "Dan hal ini berlaku juga dalam dunia pendidikan, sejak dari sekolah dasar," terangnya.

Keppi dari Pusat Penelitian Gender dan Kependudukan LPPM Universitas Brawijaya Malang, lebih menekankan kepada kebijakan-kebijakan atau regulasi bagaimana mengadvokasi peningkatan gender dalam pendidikan. Selain itu, juga menyusun langkah strategis bersama stakeholder untuk mewujudkan pengarusutamaan gender di bidang pendidikan.

Seminar ini merupakan seminar yang kedua kalinya diselenggarakan PSW UNP. Sambutan peserta tampak dari jumlah peserta semakin banyak dan dari berbagai kalangan. "Karena memang, isu gender adalah interdisiplin ilmu yang bisa diintegrasikan hampir pada setiap bidang studi," terang Yurni, selaku ketua pelaksana. Salah satu peserta Dra. Andromeda, M.Si, dari FMIPA UNP menyambut positif seminar ini. "Integrasi gender dalam kurikulum itu, sudah sepatutnya didukung," ujarnya, Jumat (15/10). Adek

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Qalbi Salim
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.