Berita

Webinar Nasional FIS : Penanaman Nilai Karakter dalam Proses Pembelajaran

Webinar Nasional FIS : Penanaman Nilai Karakter dalam Proses Pembelajaran
Tangkap layar saat Dr. Khairani, M.Pd., menyampaikan materi dalam webinar nasional yang diselenggarakan Jurusan Ilmu Agama Islam UNP, Sabtu (11/12).

UNIVERSITAS NEGERI PADANG, GANTO.co - Webinar Nasional yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting oleh Jurusan Ilmu Agama Islam (IAI) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Padang (UNP) dengan tema "Pembinaan Karakter di Era Merdeka Belajar" menghadirkan Dr. Khairani, M.Pd., selaku Dosen Universitas Negeri Padang sebagai pemateri, Sabtu (11/12).

Dalam materinya mengenai "Penanaman Nilai Karakter dalam Proses Pembelajaran Melalui PTK dan Lesson Study dalam Rangka Mewujudkan Merdeka Belajar," ia mengatakan bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan proses pembelajaran agar peserta didik dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya secara aktif.

"Dengan pendidikan dapat mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan diri dan masyarakat," ujarnya.

Khairani menambahkan ada beberapa ruang lingkup pendidikan karakter. Pertama olah pikir, berupa sikap cerdas, kritis, kreatif, produktif, dan berorientasi pada iptek. Kedua olah hati, berupa sikap jujur, amanah, beriman, dan bertakwa. Ketiga olah raga, berupa kesehatan dan kebersihan. Keempat olah rasa, berupa sikap ramah, saling menghargai, dan suka menolong.

Sejalan dengan itu Khairani memaparkan unsur-unsur penanaman pendidikan karakter, antara lain mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, serta menilai dan mengevaluasi.

"Saat menilai dan mengevaluasi berarti menghitung dan mengukur proses dan hasil kerja kita, apakah tujuan yang ingin kita raih sudah tercapai atau belum," ujarnya.

Lebih lanjut, Khairani mengatakan beberapa tahap pengukuran nilai karakter secara kualitatif antara lain belum terlihat, mulai terlihat, mulai berkembang, dan menjadi kebiasaan atau membudaya.

"Pendidikan karakter tidak hanya mengajarkan mana yang benar dan mana yang salah kepada anak, tetapi pendidikan karakter menanamkan kebiasaan tentang yang baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Ayu Permata Sari
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Shinta Mailina (Redaktur Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.