Berita

Konser Akbar di Auditorium UNP Tuai Pro dan Kontra

Konser Akbar di Auditorium UNP Tuai Pro dan Kontra
Penampilan Ardhito Pramono di Auditorium Universitas Negeri Padang, Minggu (24/7).

Ganto.co - Gelaran Konser 'Sthala Festival Vol 2' yang digelar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (24/7), mengundang beragam reaksi dari berbagai elemen mahasiswa UNP

Konser yang menghadirkan musisi kenamaan seperti: Vieratale, Ardhito Pramono, dan Feel Koplo itu berlangsung meriah layaknya sebuah konser biasanya.

Lalu, apa yang menjadi masalah utama yang lantas menyedot perhatian dari civitas academica UNP mengenai gelaran konser ini?

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) UNP melalui postingan instagramnya menyoroti bagaimana tidak etisnya pelaksanaan konser 'Sthala Festival Vol 2' yang digelar di lokasi yang seharusnya menjadi tempat untuk hal yang bersifat akademik. Di Postingan @bemkmunp memberi tajuk "UNP Bergoyang Menjadi Ladang Cuan".

Menanggapi konser tersebut Presiden Mahasiswa (Presma) UNP Irwandi menyayangkan lokasi konser yang diadakan di Auditorium UNP itu.

"Kami sangat menyayangkan lokasi konser yang justru diadakan di tempat yang tak sepatutnya dan pihak birokrat terkesan hanya cari untung saja dalam hal ini," ujar Irwandi saat diwawancarai ganto.co, Selasa (26/7).

Irwandi juga menyoroti berlangsungnya konser yang seperti di diskotik dan terkesan menodai kampus yang berfilosofi "Alam Takambang Jadi Guru" tersebut.

"Kami tidak melarang konser, namun yang menjadi masalahnya, konser tersebut didakan m di Ruang Auditorium UNP yang menciderai nilai etika kampus kita ini," tambahnya.

Dalam catatan ganto, konser berskala besar dan mengundang banyak partisipan bukan hanya kali ini saja terjadi, kita ingat pada 7 November 2017 silam, musisi internasional yang tengah naik daun kala itu Haris J, pernah juga melakukan konser di Auditorium UNP. Bedanya kala itu Haris J langsung dikawal dan disaksikan oleh Gubernur Sumatra Barat waktu itu, Irwan Prayitno.

Bedanya lagi, Haris J yang saat itu tengah digandrungi kawula muda membawa isu penting 'Stop Bulliying' yang kemudian merupakan salah satu kampanyenya dalam mencegah perundungan pada anak.

Melirik konser Haris J dan konser 'Sthala Vol 2' terlihat jelas perbedaan dua konser itu, dan ketika itu 2017 masyarakat Indonesia belum mengenal apa yang kita sebut sekarang sebagai Covid-19.

Mengulik keberlangsungan akademik yang ada di Auditorium UNP, salah satu momen akbar yang dinantikan oleh seluruh mahasiswa aktif manapun adalah wisuda, dan kehadiran orang tersayang di acara sekali seumur hidup itu tentu menjadi hal yang sangat ditunggu, dalam beberapa periode belakangan khsusnya dari 2019 silam UNP tidak lagi mengundang orang tua wisudawan menghadiri wisuda anak-anaknya tercinta. Alasannya, penyebaran Covid-19 di Indonesia dan Sumbar umumnya belum memungkinkan untuk menggelar keramaian.

Namun jika kita melirik prosesi wisuda ke-127 Juli kemaren, statusnya sudah semakin membaik bahkan Presiden Joko Widodo sudah mengeluarkan kebijakan untuk melonggarkan penggunaan masker per 17 Mei 2022 lalu, namun sebulan setelah itu, tepatnya 17 Juni 2022 ada penaikan angka yang signifikan dari angka penularan Covid-19 tidak tanggung-tanggung sekarang Covid tersedia dari berbagai macam varian.

Prosesi Wisuda UNP ke-127 takayal merupakan sesuatu yang belum pasti kapan diadakannya, setidaknya ada tiga kali perubahan pada jadwal wisuda di UNP dan akhirnya wisuda itu digelar Juli dan tanpa dihadiri orang tua lagi.

Menanggapi ketimpangan dan pembatasan jumlah orang yang masuk ke Auditorium UNP ketika wisuda dan konser, Presma UNP Irwandi berharap pihak birokrat kembali mengundang orang tua wisudawan saat prosesi wisuda September nanti.

"Harapan kami jelas, prosesi wisuda September ini, dihadiri orang tua, dan tidak dibatasi lagi, seperti halnya konser ini, kenapa tidak dibatasi juga? Tidak adil rasanya," ungkapnya.

Pendapat berbeda datang dari Melda Yunita Putri, Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia tahun masuk 2021, Melda mengungkapkan sah-sah saja konser di Auditorium karena UNP sudah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Badan Hukum (BH).

"Setuju-setuju aja atas pengadaan konser di audit UNP. Alasannya yang pertama UNP itu udah berstatus PTN-BH yang harus cari dana sendiri. Salah satu caranya ya dengan menyewakan gedung audit. Kedua, karena di Padang bisa dibilang jarang banget ada konser, jadi pas ada konser di Padang tuh orang-orang pada seneng dan antusias. Ini bisa meningkatkan perekonomian pedagang kaki lima di sekitar area konser atau bisa meningkatkan pendapatan para ojek online. Ketiga, nggak setuju sama pendapat BEM yang bilang sebagai civitas academica (kaum intelek) ga seharusnya mengadakan konser yang argumen dari BEM ini seolah-olah menyudutkan seni. Konser itu seni musik. Kaum intelek tuh tidak harus yang berhubungan dengan sains tapi seni juga bisa," sanggah Melda.

Ahmad Mulyadi, Mahasiswa Pendidikan Kepelatihan Olahraga tahun masuk 2020, menyayangkan sikap birokrat yang terkesan tidak pro kepada mahasiswanya sendiri dalam peminjaman tempat.

"Ada dua point yang menjadi topik permasalahan disini. Yang pertama ialah mengapa pada konsep tersebut diperbolehkan untuk ramai-ramai, kemudian yang menjadi permasalahan disini ialah mengapa saat mahasiswa wisuda, orangtua dari mahasiswa tidak diperbolehkan masuk dengan alasan pandemi. Akan tetapi dengan diadakannya konser ini sangat disayangkan sekali karena orang luar boleh berbondong-bondong untuk datang ke auditorium tanpa memperdulikan pandemi. Kemudian pada point kedua ialah banyak sekali halangan yang didapat oleh mahasiswa untuk urusan peminjaman auditorium untuk mengadakan acara padahal banyak sekali Ormawa-ormawa yang ingin memakai gedung tersebut tetapi tidak diperbolehkan dengan alasan tertentu," tegas Mulyadi.

Mendengar keluh kesah dan riuhnya pemberitaan konser ini, ganto.co coba konfirmasi ke Wakil rektor ll yang mempunyai wewenang untuk peminjaman tempat dan sarana prasarana yang ada di UNP, namun sampai berita ini dimuat belum ada tanggapan dari pihak berwenang.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Esa Adilla
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Cetak
Diedit & Diverifikasi oleh: Redaksi (Admin)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 2 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.