Berita

Cerita Polisi Pamong di Bundaran Titik Nol Pekanbaru

Malam itu magrib sampai di penghujung waktu, Rafel baru saja akan menggelar tikar menjajarkan gambar-gambar tato hasil karyanya. Berharap malam ini akan ada yang memakai jasanya untuk menggambar tato di tubuh pelanggan.

Namun baru saja Rafel akan menggelar dagangan, tiba-tiba jalan menuju Bundaran Titik Nol Pekanbaru Jl. Cut Nyak Dien disamping Perpustakaan Wilayah di tutup oleh kawanan kepolisian, Polisi Militer dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). "Polisi membabi buta dan menendang barang dagangan pedagang." ucap Rafel seraya mengepulkan asap dari rokok yang dihisapnya, Jumat (1/2).

Rafel bercerita sambil mengenang kembali kronologi kejadian malam itu. Beberapa pedagang marah-marah bahkan ada yang mengamuk karena gerobak mereka untuk berjualan di balik dan minyak tanah pun di tunggangi dari tempatnya. Ibu-ibu yang berjualan nasi goreng mengeluarkan pisau dan menodongkannya kepada polisi sebagai wujud perlawanan atas barang dagangannya yang dirusak. Lantas aksinya yang spontan tersebut diamankan oleh pedagang setempat. Gerobak eskrim juga mendapat perlakuan yang sama, bahkan seorang wartawan yang sedang makan pun tidak dapat menyelesaikan makannya karena ada penertipan yang dilakukan Rabu malam (30/1) tersebut.

Sekarang Rafel menjajakan jasanya di Jalan Pepaya di depan gedung Pusat Koperasi Angkatan Udara. Punggung seorang lelaki selesai ditato oleh anak buah Rafel yang gambarnya kira-kira seperti seorang malaikat dengan satu sayap, lelaki itu menyelipkan uang seratus ribu rupiah ke tangan kanan Rafel. "Kenapa Polisi yang berbuat begitu? Kalau Satpol PP masih bisa kami terima," protes Rafel sambil memasukkan uang yang tadi diterimanya ke dalam saku belakang celana jeans hitamnya. Peristiwa tersebut juga membuat seorang pengunjung terluka karena dikira pedagang oleh Satpol PP.

Rafel membenarkan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru sudah memberikan surat pemberitahuan seminggu sebelum dilakukannya penertiban kepada para pedagang. Namun para pedagang tidak mengindahkan himbauan ini karena ingin mempertahankan tempat mereka berjualan.

"Kami cuek saja, karena harus mempertahankan tempat kami berjualan," kata Rafel. "Dulu, taman di bundaran itu tidak disebut taman kota, tapi sekarang karena sudah ramai, pemerintah malah menamainya taman kota."

Pemerintah kota Pekanbaru sudah memberikan lahan kepada para pedagang untuk berjualan di Jalan Balam, Panam di belakang Giant. Pedagang yang mau berjualan disediakan tenda dan juga bisa menitipkan barang dagangan mereka disana. "Kalau jualan disana sewanya mahal, bisa sampai lima ratus ribu dan teman saya bilang pendapatannya pun tak sesuai," ujar Rafel.

Tepat di taman dekat Bundaran Nol Pekanbaru satu Pleton Pengendalian Masa (Dalmas) Satpol PP berbaris sejajar dalam keadaan siaga dengan tameng yang di pegang oleh masing-masing Polisi PP berpakaian lengkap. Jumlahnya sekitar 26 orang. Sudah tiga hari mereka bersiap di lokasi ini sejak terjadi penertiban Rabu malam lalu. "Kami siap menertibkan, dan kami siap mati," ucap Poni Wahyudi Danton Dalmas Satpol PP. Mereka ditugaskan selama 16 hari oleh Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menertibkan pedagang kaki lima ini, dimulai sejak tanggal 29 Januari lalu.

Danton Poni menjelaskan selama tiga hari masa dinas Satpol PP dalam hal penertiban ini tidak pernah terjadi perlawanan. "Selama tiga hari ini, situasi masih dalam kategori kondusif," katanya. Satpol PP tergabung dalam Tim Yustisi bersama Kepolisian dan Dinas Perhubungan. "Polisi disini hanya mengamankan, terutama untuk menjaga ketertiban lalu lintas."

Oleh Rahmi Jaerman

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Ami Jaer
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Dedi (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.