Ganto.co - Netherlands Leprosy Relief (NLR) Indonesia bersama Kantor Berita Radio (KBR) mengadakan webinar dengan tema "Stigma dan Mental Wellbeing pada Kusta" yang diselenggarakan melalui platform Zoom Meeting, Selasa (23/8).
NLR adalah sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan di Belanda pada 1967 untuk menanggulangi kusta dan konsekwensinya di seluruh dunia dengan tiga pendekatan yaitu zero transmission (nihil penularan), zero disability (nihil disabilitas) dan zero exclusion (nihil eksklusi). Saat ini NLR beroperasi di Mozambique, India, Nepal, Brazil dan Indonesia. Di Indonesia, NLR mulai bekerja pada tahun 1975 bersama Pemerintah Republik Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan Paulan Aji selaku Communications Officer NLR Indonesia, Achmad Mutiul Alim Praktisi Media dan Nadhila Beladina dari Yayasan Satu Jalan Bersama atau Kelompok Mahasiswa peduli kusta.
Dalam sambutan pembukanya Project Officer Suara untuk Indonesia Bebas Kusta (SUKA) Fanny Rachma menyampaikan pentingnya keberadaan media sebagai penyalur informasi yang valid.
"Media diharapkan mampu menuangkan informasi kusta yang valid dan inklusif dengan kaidah jurnalistik tanpa mengesampingkan risiko terjadinya stigma dan diskriminasi pada kusta yang berujung pada masalah kesejahteraan emosional, psikologis hingga sosial." ujarnya.
Dalam acara ini dibahas hal seputar mitos-fakta tentang kusta, peran media dan sejauh mana media awareness terkait isu kusta. Selain itu juga dibahas bagaimana inisiatif mahasiswa peduli kusta dalam partisipasinya pada upaya penanganan kusta, serta pengalaman konkrit pemberitaan terkait kusta yang dilakukan individu maupun organisasi.
Paulan Aji mendorong kalangan media dan pers mahasiswa agar menampilkan foto, gambar, video, dan cerita yang inspiratif tanpa melanggengkan stigma kusta.
"Cerita yang dilengkapi foto, gambar, video dan pernyataan sebaiknya menampilkan perubahan yang positif dari orang yang pernah mengalami kusta, bukan malah berfokus pada sisi kelamnya," ujarnya.
Achmad Mutiul Alim menambahkan, informasi dan kisah inspiratif tentang orang yang pernah mengalami kusta perlu diangkat ke media secara rutin.
"Organisasi seperti NLR Indonesia perlu terus menjalin relasi dengan media karena setiap hari media menerima ribuan rilis dengan berbagai isu. Maka bila ada cerita inspiratif atau publikasi yang menarik tentang kusta dan dikirim ke media ini akan membantu kampanye lebih luas tentang kusta," ujar praktisi media dari Jurnas.com.
Sementara itu, Nadhila Beladina dari Yayasan Satu Jalan Bersama / Kelompok Mahasiswa peduli kusta berbagi pengalaman yayasannya dalam berinteraksi dengan orang yang pernah mengalami kusta. Baginya, berbagi pengetahuan yang benar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dari sebelumnya.
Ketiga narasumber juga memberikan tips dalam menghasilkan produk media atau liputan tentang orang yang mengalami kusta seperti foto yang positif dan inklusif, cerita yang inspiratif dan penggunaan istilah yang benar seputar isu kusta. Misalnya, menggunakan istilah seperti orang yang pernah mengalami kusta, bukan ex penderita kusta, mantan kusta, pasien kusta bukan pengidap kusta, atau disabilitas bukan cacat.
Workshop media gathering ini diikuti oleh lebih dari 50 media dan mahasiswa melalui zoom meeting dan siaran langsung Youtube KBR dan NLR Indonesia.
Diharapkan media semakin berpartisipasi aktif dalam menyebarluaskan informasi yang benar seputar kusta dan mampu menyuarakan atau memberitakan informasi yang benar, efektif , menarik dan inklusif sehingga masyarakat dari berbagai latar belakang pendidikan, sosial dan budaya tidak hanya menjadi paham, tetapi juga termotivasi untuk terlibat aktif dalam penanganan kusta di Indonesia.
Kegiatan Media Gathering ini merupakan rangkaian proyek SUKA yang diinisiasi NLR Indonesia sejak 2021 untuk mengedukasi publik secara berkelanjutan tentang kusta dan konsekuensinya. Proyek ini menggandeng media, komunitas blogger, universitas, sektor swasta, organisasi profesi dan organisasi penyandang disabilitas.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!