Ganto.co - Biro Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri dan Institutional Support System (ISS) MBKM UNP Tahun 2022 secara daring melalui platform Zoom Meeting, Sabtu (3/9).
Kegiatan ini diawali oleh sambutan Ketua Lembaga Pengembangan dan Pembelajaran Penjaminan Mutu (LP3M) Universitas Negeri Padang (UNP) Prof.Dr. Jamaris Jamna dan dibuka secara resmi oleh Rektor UNP yang diwakili oleh Wakil Rektor I UNP, Dr. Refnaldi, M.Litt, M.Pd. Narasumber dalam sosialisasi ini adalah Dr. Muhammad Adri, S.Pd, M.Pd.T., dan Kepala UPT Kewirausahaan dan Pengembangan Karir (PKK) UNP, Prof. Asmar Yulastri. M.Pd., Ph.D., dengan moderator Dr. Zadrian ardi, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Jamais menjelaskan ada tiga program yang sudah dilaksanakan mahasiswa, yaitu Praktik Latihan Kependidikan (PLK), Kuliah Kerja Nyata (KKN), dan Magang.
Sementara itu, Dr. Refnaldi mengatakan, untuk mencapai Indikator Kerja Utama (IKU) Universitas, terkhusus MBKM Mandiri, UNP memerlukan sekitar 12 ribu mahasiswa UNP setiap tahun untuk ikut dalam program ini
"Jadi, dengan program yang diluncurkan ini (Program MBKM Mandiri), harapannya adalah adik-adik mahasiswa semuanya bisa ikut berpartisipasi sesuai dengan persyaratan yang sudah disampaikan sehingga bisa tercapai," ujarnya.
Sejalan dengan itu, Adri sebagai narasumber pertama menjelaskan bahwa pelaksanaan MBKM Mandiri merupakan salah satu bentuk kebebasan, inovasi, dan kreativitas yang diberikan di Universitas Negeri Padang.
"Bentuk kebebasan itu adalah dengan memberikan kesempatan pada mahasiswa. Mahasiswa berhak maksimal selama tiga semester berada di luar program studi dengan menyesuaikan kebijakan yang berlaku di perguruan tinggi masing-masing, mahasiswa memperoleh peluang mengembangkan kompetensi diri di luar mekanisme belajar berbasis program studi," ujarnya.
MBKM Mandiri memiliki delapan bentuk pembelajaran yang disebut BKP. Delapan BKP itu adalah Pertukaran Mahasiswa, Magang Praktik Kerja, Asistensi Mengajar di Satuan Pendidikan (Kampus Mengajar), Membangun Desa (KKN Tematik), Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Kewirausahaan, Studi Proyek Independen, serta Penelitian dan Desain Kolaboratif. Kegiatan ini akan di akomodatif maksimal tiga semester dimana program yang memakan alokasi waktu adalah Pertukaran Mahasiswa.
Lebih lanjut, Adri juga menjelaskan persyaratan yang harus dipenuhi oleh mahasiswa yang akan mengikuti seleksi MBKM Mandiri. Pertama, mahasiswa aktif Universitas Negeri Padang. Kedua, mahasiswa tersebut belum pernah mengikuti kegiatan MBKM. Ketiga, mahasiswa tersebut belum pernah mengikuti program mahasiswa kewirausahaan.
Narasumber kedua, Asmar Yulastri memaparkan tentang ISS UNP. Ia mengatakan, ISS berguna untuk mensupport seluruh kegiatan MBKM di seluruh prodi yang ada di UNP.
"UPT PKK diberikan hibah yang nilainya itu 1,8 M sekian. UPT PKK akan membangun sistem layanan terpadu dan terintergrasi dengan sistem yang ada di perguruan tinggi-dengan SIA (Sistem Informasi dan Akademik) UNP," ujarnya.
Asmar mengatakan, ada tiga bentuk kegiatan belajar MBKM yang disetujui dan didanai, yaitu Program Kewirausahaan, Studi Proyek Independen, dan Magang Industri." ia juga menjelaskan dua bentuk untuk mendapatkan nilai dari hasil kegiatan MBKM selama 6 bulan, yaitu dalam Bentuk Free Form dan Bentuk Terstruktur.
Bentuk Free Form berarti Kegiatan MBKM yang dilakukan mahasiswa disetarakan dengan 20 SKS tanpa penyetaraan dengan mata kuliah. Jumlah tersebut dinyatakan dalam bentuk kompetensi yang diperoleh mahasiswa, baik dalam hard skill maupun soft skill sesuai dengan capaian pembelajaran yang direncanakan.
Sementara itu, bentuk Terstruktur berarti Kegiatan MBKM distrukturkan sesuai dengan kurikulum yang ditempuh oleh mahasiswa yang dinyatakan dalam bentuk kesetaraan dengan mata kuliah yang ditawarkan. Hal ini biasanya didapatkan oleh mahasiswa yang mengikuti Program Magang Industri. Asmar menutup paparannya dengan menjelaskan tinjauan pelaksanaan MBKM UNP selama ini di antaranya masih rendahnya minat mahasiswa mengikuti program MBKM, kesulitan mendapatkan informasi mengenai kegiatan MBKM, dan belum adanya kepastian konversi 20 SKS.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!