Ganto.co - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi bersama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pembukaan acara Kampus Merdeka Fair di Gedung Auditorium UNP, Sabtu (08/10). Acara ini dilaksanakan selama dua hari, mulai 8-9 Oktober 2022.
Acara Kampus Merdeka Fair (KMF) merupakan ajang berbagi pengalaman dalam pengelolaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam acara ini, akan mendatangkan pemateri yang akan menjelaskan berbagai macam program dari MBKM ini.
Asri Putri, selaku Kepala Program Kampus Mengajar mengatakan Program kampus mengajar memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di luar kelas selama satu semester dengan menjadi mitra guru untuk berinovasi dalam pembelajaran, pengembangan strategi dan model pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan.
"Mahasiswa tidak hanya mengajar ataupun menjadi mitra guru di sekolah, tetapi ada kreatifitas yang dibangun melalui program Kampus Mengajar," ucapnya.
Asri menyampaikan dengan menjadi peserta dari program Kampus Mengajar, mahasiswa jadi lebih tau mengenai bagaimana strategi pembelajaran yang lebih efektif.
"Harapannya mahasiswa tidak hanya membantu siswa/siswi SD tapi juga membantu para guru dalam adaptasi teknologi. Selain itu dengan datangnya teman-teman mahasiswa diharapkan ada peningkatan literasi," tuturnya.
Dengan mendukung program Kampus Mengajar perguruan tinggi berkontribusi nyata dalam pemerataan pendidikan di Indonesia dan bagi sekolah diharapkan mendapatkan bantuan nyata dari mahasiswa dalam pembelajaran literasi dan numeralisasi.
Asri mengatakan ada perbedaan dari Kampus Mengajar angkatan kelima. Dimana nantinya setelah pengumuman, mahasiswa akan memilih sendiri lokasi penempatan mengajarnya. Mahasiswa akan diberikan dua opsi pilihan untuk memilih lokasi sekolah yang sesuai dengan wilayah domisilinya.
Lebih lanjut, Asri menyampaikan Program Kampus mengajar tidak hanya terbuka untuk mahasiswa dari prodi kependidikan namun juga dengan prodi non kependidikan. Oleh sebab itu, dipastikan mahasiswa akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu.
"Mahasiswa akan diberikan pembekalan mengenai kemampuan pedagogik, micro teaching, dan sebagainya. Hal tersebut akan disampaikan di dalam satu bulan pertama di masa penugasan kampus mengajar," ucapnya.
Asri menegaskan mahasiswa harus mendapatkan surat rekomendasi dari pimpinan perguruan tinggi.
"Surat ini untuk mengunci bahwa perguruan tinggi mendukung mahasiswanya untuk masuk ke program kampus mengajar dan juga akan memberikan konversi sks sebesar 20 sks," jelasnya.
Sejak diluncurkan pada tahun 2020, Program Kampus mengajar sudah berhasil menyelenggarakan penugasan untuk peserta mahasiswa di Kampus Mengajar hingga angkatan keempat yang saat ini sedang berlangsung.
Lebih dari 150.000 mahasiswa dari 955 perguruan tinggi mendaftar dan lebih dari 70.000 mahasiswa menjadi peserta program Kampus Mengajar dan diterjunkan ke lebih dari 15.000 sekolah di seluruh wilayah Indonesia.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!