Berita

Wisudawan UNP Sesalkan Penggunaan Kantong Kresek Sebagai Wadah Atribut Wisuda

Wisudawan UNP Sesalkan Penggunaan Kantong Kresek Sebagai Wadah Atribut Wisuda
Potret atribut wisuda yang dibungkus dengan kantong kresek. F/istimewa

Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) akan menggelar wisuda ke-131 pada 19-20 Juni 2023. Jelang wisuda, wisudawan-wisudawati diwajibkan untuk mengambil atribut, guna dikenakan saat hari H.

Berbagai polemik timbul sebelum hari wisuda, salah satunya penggunaan kantong kresek untuk wadah atribut para wisudawan yang seharusnya menggunakan totebag lengkap dengan logo UNP, banyak mahasiswa mengeluhkan hal tersebut.

Salah satunya Puska Putra, mahasiswa Program Studi (Prodi) Ilmu Keolahragaan yang akan wisuda pada periode ke-131 menyebutkan sangat kecewa dengan kejadian ini.

"Kami sangat kecewa sekali karena kami calon wisudawan malah diberikan kantong kresek untuk wadah atribut wisuda kami. Kami seperti anak tiri di kampus sendiri. Dari awal, wisuda periode ke-131 ini sudah banyak menuai kontroversi," ungkapnya saat diwawancarai Ganto (13/6).

Ia juga menyampaikan jawaban pihak pembagi atribut wisuda ini ketika ditanyai mengenai keberadaan kantong kresek tersebut.

"Tadi sempat kami pertanyakan, mereka bilang karena totebag-nya sudah habis," ujarnya.

Selanjutnya, Anisah, calon wisudawan dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyampaikan kekecewaannya terhadap kejadian kantong kresek ini.

"Saya pribadi sangat tidak setuju jika totebag yang dijadikan wadah atribut wisuda diganti menjadi kantong kresek. Kami sudah membayar dengan jumlah yang sama, harusnya fasilitas yang diberikan juga sama," ungkapnya saat diwawancarai Ganto (13/6).

Anisah juga mengatakan, ia menolak menerima atribut tersebut jika menggunakan kantong kresek.

"Saya belum mengambil atribut wisuda. Saat itu saya melihat teman saya yang duluan mengambil atribut wisuda tapi menggunakan kantong kresek. Kemudian, saya bertanya ke pihak yang membagikan atribut, katanya totebag habis jadinya pakai kantong kresek. Kami langsung menolak dan pergi saja," ungkapnya.

Ia mengatakan akan kembali mengambil atribut wisuda hari Kamis dengan harapan sudah ada totebag sebagai wadah atributnya.

"Rencananya Kamis saya akan kembali mengambilnya," ujarnya.

Sebagai bentuk protes, Puska mengatakan mereka akan mengadakan demo dengan beberapa poin tuntutan.

"Kami mengajak rekan-rekan untuk melakukan orasi mengenai empat poin. Pertama, wisuda dijadikan dua hari. Kedua, mengenai kantong kresek. Ketiga, kuota orang tua yang bisa masuk auditorium. Keempat, harapan selesaikan acara eksternal dahulu sebelum acara internal," ungkapnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Maryani Anggi Safitri
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Afifah Salsabilah Putri (wartawan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.