Ganto.co - Unit Kegiatan Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (UK-WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan kegiatan UNP Activis Club (UAC) dalam agenda Campus Integrity Festival (Ci-Fest) yang didukung oleh Komisi Pemberantas Korupsi Republik Indonesia (KPK RI). Kegiatan yang bertema "Hati-hati Ujian Skripsi, Awas Gratifikasi" ini diselenggarakan di Aula Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA), Selasa (5/9).
Dalam materinya, Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB), Al Ikhlas Putra mengatakan bahwa, perlu pengawasan terhadap gratifikasi karena UNP sudah menjadi Zona Integritas.
"Pemberian hadiah berupa benda, uang, makanan, atau yang lainnya sudah menjadi budaya ketika seorang mahasiswa akan paramelaksanakan sidang tugas akhir mereka. Namun, karena saat ini UNP sudah menjadi Zona Integritas maka hal-hal tersebut perlu diawasi," ujarnya.
Sejalan dengan Al Ikhlas, Presiden Mahasiswa UNP, Gavri Ihsan Afif mengatakan bahwa, transparansi terhadap regulasi gratifikasi.
"Dari sudut pandang mahasiswa, hal tersebut sudah menjadi polarisasi atau budaya yang terjadi sampai saat ini. Harapannya, regulasi-regulasi yang nantinya akan diterbitkan jelas transparansi dan penyempurnaannya," ujarnya.
Gubernur BEM Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Hafiz Alhabsyi mengatakan gratifikasi bisa terjadi ketika sesuatu tersebut dapat mengubah fungsinya.
"Gratifikasi itu ketika ada suatu pemberian berupa hadiah baik berupa uang, benda, atau apapun yang dapat mengubah fungsinya. Tidak hanya skripsi, mungkin ada ruang lainnya yang memungkinkan adanya gratifikasi," ungkapnya.
Selanjutnya, Roy Ekanala selaku anggota Majelis Wali Amanat (MWA) unsur mahasiswa mengatakan bahwa MWA siap mewadahi mahasiswa jika diperlukan adanya audiensi terkait masalah gratifikasi.
"Kami dari MWA siap menjadi perpanjangan tangan jika diperlukan melakukan audiensi untuk membahas masalah-masalah terkait gratifikasi," tegasnya.
Sejalan dengan Roy, Farhan Pramudya selaku ketua umum UK-WP2SOSPOL mengatakan bahwa mereka siap untuk mewadahi diskusi publik seperti yang saat ini dilaksankannya UNP Activist Club.
"Mungkin dengan waktu yang tidak singkat, tapi dengan adanya langkah kita bersama, kita yakin dan percaya perlahan-lahan kita bisa melangkah lebih baik untuk memberikan ruang-ruang diskusi publik agar mampu bergerak secara bersama memberantas gratifikasi," ucapnya.
Wakil Rektor I UNP, Dr. Refnaldi, M.Litt. mengatakan dengan adanya diskusi-diskusi seperti ini akan membuka ruang bagi mahasiswa dan aktivis kampus berbagi pandangan terhadap sebuah masalah.
"Saya mengapresiasi kegiatan seperti ini yang juga salah satu wadah untuk membahas isu-isu kampus," katanya.
Terakhir, Refnaldi juga mengatakan bahwa beberapa fakuktas sudah mengeluarkan surat edaran terkait Zona Integritas.
"Regulasi-regulasi terkait Zona integritas juga sudah mulai diberlakukan. Beberapa fakultas juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait Zona Integritas ini. Selanjutnya, kami juga akan terus mengawasi hal-hal yang tidak sesuai dengan Zona Integritas," tutupnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh aktivis-aktivis dari organisasi mahasiswa (ormawa) selingkup UNP.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!