Berita

Panggung Rakyat Kembali Digelar, Merawat Ingat Mengungkap Dosa Negara

Panggung Rakyat Kembali Digelar, Merawat Ingat Mengungkap Dosa Negara
Seorang mahasiswa yang sedang membacakan puisi di hadapan para hadirin yang meramaikan acara Panggung Rakyat "September Hitam" di Tugu Gempa, Kota Padang, Rabu (27/9), f/Raihan.

Ganto.co - Dalam rangka memperingati banyaknya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di bulan September, Panggung Rakyat kembali digelar dengan tema "September Hitam" yang dilangsungkan di Tugu Gempa Kota Padang, Rabu (27/9).

Panggung Rakyat ini menampilkan beberapa acara yaitu performance art,live musik, mural,art therapy, lapak baca, refleksi, puisi, monolog, dan orasi.

Dalam sambutannya, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Imam Bonjol (UIN IB) sekaligus penyelenggara, Muhammad Jalali mengatakan bahwa bulan september adalah bulan yang banyak manusia dilanggar haknya sebagai manusia.

"Inilah momentum untuk negara mereflekaikan kembali berbagai peristiwa kelam di masa lalu yang hingga sekarang belum juga menemukan titik terangnya," ujarnya

Muhammad Jalali menambahkan apa-apa saja pelanggaran HAM yang belum dituntaskan oleh negara sampai hari ini.

"Di bulan september ini banyak terjadi rentetan pelanggaran HAM di Indonesia seperti, Tragedi 65, Tragedi Semanggi 2, Tragedi Tanjung Priuk, pembunuhan Munir, Marsinah, penculikan Wiji Tukul, Reformasi Dikorupsi 2019, Tragedi Rempang dan banyak lagi,"ungkapnya.

Acara yang digelar oleh gerakan kolektif ini dimulai dari pukul 16.00 sampai 00.00 WIB dengan mengundang semua kalangan masyarakat kecuali, intel dan aparatur negara serta dihadiri oleh ratusan anak muda yang ikut menyuarakan perlawanan kepada pemerintah atas korban pelanggaran HAM.

Dalam wawancannya, Muhammad Jalali mengungkapkan harapannya kepada kawan-kawan, mahasiswa, dan yang hadir disini agar kembali meningkatkan kepekaannya.

"Tanggung jawab kita masih panjang terhadap perjuangan membela rakyat terdindas, untuk orang-orang yang haknya dilanggar oleh negara. Mari sama2 kita perjuangkan, mari sama2 kita suarakan," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

M. Raihan Rizal
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Multimedia
Diedit & Diverifikasi oleh: Silfi Robiati (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.