Berita

HIMPSI Sumbar dan FPK Gelar Seminar Kesehatan Mental

HIMPSI Sumbar dan FPK Gelar Seminar Kesehatan Mental
WD I, Dr. Farah Aulia, M.Psi., Psikolog., sedang memaparkan materi tentang kesehatan mental di Aula FIS, Sabtu (16/12). f/Dinda

Ganto.co - Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Wilayah Sumatera Barat (Sumbar) berkolaborasi dengan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan seminar dengan tema "Mental Health Awareness, Is It Ok Not To Be Ok" di Aula Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Sabtu (16/12).

Kegiatan seminar ini menghadirkan psikolog dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Zera Mendoza, M.Psi., dan Wakil Dekan I (WD I) FPK UNP, Dr. Farah Aulia, S.Psi., M.Psi., Psikolog., selaku pemateri, serta dihadiri 350 orang audiens yang terdiri dari pelajar dan mahasiswa.

Dr. Farah Aulia, S.Psi., M.Psi., Psikolog., menyampaikan bahwa, mahasiswa memiliki kerentanan untuk mengalami masalah kesehatan mental.

"12-50% mahasiswa memiliki kriteria gangguan mental yang umum, seperti depresi dan kecemasan. Masalah ini dapat dipicu oleh berbagai stresor, termasuk tekanan keuangan, tekanan akademis, dan keterpisahan dari rumah orang tua," ujarnya.

Ia juga mengatakan empat ciri- ciri sehat mental menurut World Health Organization (WHO).

"Dapat bekerja secara produktif, menyadari potensinya sendiri, mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya, serta dapat mengatasi tekanan hidup yang normal," ujarnya.

Selanjutnya, Farah mengatakan ada dua faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan mental mahasiswa yaitu faktor internal dan faktor eksternal.

"Faktor internal berasal dari dalam diri mahasiswa dan cenderung dapat dikendalikan, seperti rasa percaya diri, kemampuan manajemen (finansial, stress, waktu, emosi), dan orientasi seksual. Selanjutnya, faktor eksternal berasal dari luar diri mahasiswa dan tidak bisa atau sangat sulit diubah oleh individu mahasiswa, seperti beban akademik, biaya hidup dan biaya kuliah, tinggal jauh dari keluarga, serta bullying," ujarnya.

Zera Mendoza, M.Psi., mengungkapkan masifnya penggunaan teknologi dan sosial media di kalangan mahasiswa dapat mempengaruhi kesehatan mental.

"Dengan adanya kecanduan internet dapat menyebabkan konsentrasi yang buruk, penurunan prestasi akademik hingga kecenderungan bunuh diri pada mahasiswa," ujarnya.

Terakhir, ia memberikan tipsuntuk menjaga kesehatan mental.

"Kenali hal positif yang dimiliki, lakukan hal positif yang membuatmu merasa tenang, jaga hubungan baik dengan keluarga dan sahabat, serta melatih kemampuan manajemen diri," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Adinda Ardhia Salsabila
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Farhan Rakhmil* (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

2 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.