Berita

Orasi Ilmiah di Wisuda UNP, Mahfud: 84% Koruptor Lulusan dari Perguruan Tinggi

Orasi Ilmiah di Wisuda UNP, Mahfud: 84% Koruptor Lulusan dari Perguruan Tinggi
Menko Polhukam, Mahfud Md sedang memberikan orasi ilmiah dalam acara wisuda UNP periode ke-133 di Auditorium UNP, Minggu (17/12). f/Farhan

Ganto.co - Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar wisuda periode ke-133 pada tanggal 17 sampai 18 Desember di Auditorium UNP, Minggu (17/12).

Wisuda UNP periode ke-133 dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia (Menko Polhukam), Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., yang memberikan orasi ilmiah dengan materi "Bela Negara Sebagai Wujud Patriotisme dalam Merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)".

Dalam orasinya, Mahfud menyampaikan sarjana merupakan tanda keahlian formal di bidang ilmu, sedangkan intelektual adalah kemuliaan moral.

"Hidup di tengah masyarakat akan berhasil apabila menjadikan diri sebagai intelektual, bukan hanya sebagai sarjana. Sarjana sebagai pedoman keahlian teknis di bidangnya yang bisa digunakan untuk bekerja secara efektif dan efisien," jelasnya.

Mahfud juga menyebutkan data jumlah koruptor di Indonesia menurut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"84% dari semua koruptor di Indonesia adalah lulusan perguruan tinggi menurut data KPK. Perguruan tinggi tidak gagal, Indonesia telah merdeka dan maju sekali dengan segala kekurangan yang masih harus diperbaiki," ucapnya.

Lebih lanjut, Mahfud meminta mahasiswa untuk berterima kasih kepada negara karena telah lahir dari produk pendidikan milik pemerintah.

"Mahasiswa bisa diwisuda hari ini karena pendidikan yang maju. Mahasiswa yang lahir dari produk pendidikan yang telah diselenggarakan dan dibiayai oleh negara harus berterima kasih melalui semangat bela negara," jelasnya.

Terakhir, Mahfud menegaskan kepada seluruh mahasiswa agar memiliki kesetiaan seperti Sumatra Barat (Sumbar) kepada NKRI ketika negara tersebut sedang mengalami krisis.

"Mahasiswa yang belajar di sini hendaknya memiliki kesetiaan terhadap Indonesia seperti yang ditunjukkan Sumbar ketika negara ini sedang dalam krisis menuju kehancuran. Itu sebabnya Bung Hatta menetapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Raisha Rahmana Edison*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Farhan Rakhmil* (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 9 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.