Berita

Usai Pemilu, MPM Didemo

Hasil pemilu presiden dan wakil presiden UNP 2013 mengundang kontroversi dari sebagian mahasiswa UNP. Hal ini dibuktikan dengan aksi demonstrasi yang digelar didepan sekretariat Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), Kamis (2/5).

Dalam melakukan perjalanan menuju MPM, para demonstran mengucapkan sumpah mahasiswa sambil mengangkat tangan kiri mereka secara kompak yang menandakan persatuan dan persamaan nasib antar mereka. "Berbahasa satu tanpa pembohongan, bertanah air satu tanpa penindasan, dan berbangsa satu bangsa yang rindu keadilan," ujar mereka secara serentak.

Tidak hanya itu, para demonstran juga mengungkapkan kekesalan mereka melalui yel-yel, mencoret spanduk pemilu yang berisi kecaman terhadap MPM diantaranya: "MPM bego, MPM gila, segel MPM cacat" dan masih banyak lagi.

Sebelum sampai ke MPM, para demonstran berhenti di depan BEM universitas dan membakar spanduk yang telah mereka coret, dengan kompak mereka bersuara sambil berkata, "hidup mahasiswa" itulah kata-kata yang berulang kali mereka ucapkan.

Melalui pengeras suara, salah seorang wakil demonstran mengatakan tujuannya berhenti di depan BEM. Dia mengatakan bahwa ingin meminta presiden mahasiswa periode 2012-2013, Tunjung Budi Utomo untuk menjadi mediator dalam menyampaikan aspirasi mahasiswa ke MPM. Menanggapi permintaan tersebut Tunjungpun menyatakan setuju dengan permintaan para demostran sebagai mediator dalam hal ini. "Baiklah saya akan membantu" ungkap tunjung.

Selanjutnya para demonstran melanjutkan perjalanan menuju MPM. Ternyata anggota MPM tidak ada ditempat. Hal itu menyebakan para demonstan mencoret plang MPM dengan berbagai ungkapan seperti: "Majelis Pembodohan Mahasiswa, MPM beronani, MPM bodoh" dan sebagainya. Melihat kondisi secretariat MPM dalam kondisi renovasi, seperti kaca MPM pecah dan masih ditutupi papan, para demonstran memanfaatkan kesempatan tersebut dengan mengambil figura foto ketua MPM dan wakilnya, lalu memecahkan itu serta mencoretnya. Setelah itu mereka mengantungkan di depan plang yang telah dicoret tadi.

Demonstrasi tidak terhenti disitu saja, para demonstran melanjutkan aksinya di depan gedung rektorat UNP. Di depan rektorat para demonstran menyorakan aspirasi-aspirasi mereka sembari menunggu para wakil dari pihak demonstran dan Tunjung berbicara dengan pembantu rektor III di dalam rektorat.

Yudhi Primanda sebagai Sekretaris Jendral BEM mengatakan bahwa adanya aksi demonstrasi ini disebabkan oleh kebijakan MPM dalam memutuskan penggunaan sistem e-voting pada pemilu yang diadakan 30 april 2013 yang besebrangan dengan keinginan mahasiswa. "Tidak adanya korelasi antara e-votting dengan mahasiswa," ungkapnya, Kamis (2/5).

Selain itu ia menyayangkan dengan sikap ketua MPM yang tidak berada dilokasi kejadian, padahal kehadiran ketua MPM sangat ditunggu untuk meluruskan masalah ini."Saya sendiri tidak tahu ketua MPM dimana," ujarnya.

Hingga azan magrib berkumandang aksi inipun belum mendapatkan titik terang, dan para demonstran memutuskan untuk melanjutkannya besok pagi di depan MPM. Nia

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Via
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP

Komentar & Tanggapan Pembaca (4)

R
RAHMAT HIDAYAT

MPM adalah punya kita... sbelum pemilihan BEM universitas akan di adakan secara e-voting ,,sebagian mahasiswa sudah bnyak yang tidak setuju aturan yang di buat oleh MPM cra pemilihan untuk presiden UNP, jadi kita tiak terlalu banyak menyalahkan MPM..karena apa MPM it lembaga Mahasiswa,,,penanggung jawab mahasiswa itu siapa,,,?masalah ini tidk sepenuhnya diserah ke MPM ,harus ada pihak dari penanggung jawab lembaga mahasiswa untuk menyelesaikan kassu seperti in,,karena kjadian ini adalah kejadian 

N
Neneng Nurzanah

Aslkum,,sedikit mengomentari aksi demo mahasiswa kali ini,, saya mahasiswa baru 2012,, Saya fikir sebagai senior yang sudah pasti bkan prtama x berkecimpung didunia pemilu pasti bsa berfikir lbih objektif dan sportif dalam menanggapi msalah ini, yg saya herankan adalah,,mhasiswa yng ngakunya manusia yng intelek, berpendidikan karakter tidak malu menampakkan kebodohannya didepan umum. dengan sikap yang tidak bisa menerima hasil yng sudah jelas menampakkan bobroknya kualitas mahasiswa dikampus kita, jika pra mahsiswa trsebut mengklaim bahwa e-votting tidak sesuai dengan keinginan mahasiswa kenapa baru skrang diperdebatkan????knapa bkan sebelum PEMILU?? Alasan tidak adanya sosialisasi?? saya rasa sebelum mengambil keputusan trsebut MPM psti sudah berunding atas setuju tidak setujunya e-voting. dan buktinya para kandidat maupun TS nya atau Semuanya Tidak ada yang mengatakan keberatan atau memprotes! jika dilihat dari tanggapan mahasiswa yang berpastisipasi dalam PEMILU tidak ada yang mmprotes cara ini, bahkan mereka menanggapi ini Lebih baik dari Pada PEMILUsebelumnya yang riskan terjadi kecurangan. dan bisa dilihat jumlah Peserta PEMILU kali ini lebih baik dari pada tahun sebelumnya. Jadi apa maksud dari Oknum2 yang Mengatasnamakan Mahsiswa ,bhwa bkan ini yang diharapkan,? sekarang timbul pertanyaan, hal ini bukan hal yang diharapkan mahasiswa UNP atau Oknum2 yang tidak SIAp bersaing sportif dan menerima kekalahan??? Jika kalian para mahasiswa mengaku kaum intelek dan trpelajar kalian bisa merenungkan hal yang sekarang trjadi.dan setujukah kalian semua para mahasiswa dengan aksi demo yang sungguh memalukan ini?, bahkan tukang ojek dan satpam pun bisa berkata " apo jo yang ka diprotes lai? ndak siap bana jo kekalahan ma" hhhhmmm Orang yang bukan Mahasiswa saja bisa menilai,Bgaimana dengan kita???? 

O
otong

awak mahasiswa,, parangai co urang rimbo buek malu se,, ndak tarimo kekalahan 

R
Rahmat Illahi

Mahasiswa tidak semuanya pintar, dalam artian bisa bersikap elegan dalam bertindak. Namun bisa saja mereka pintar, akan tetapi bertindak dengan ada maksut terselubung dengan mengatasnamakan mahasiswa. Kalau atas nama mahasiswa, kenapa hanya secuil yang demo? Pemilu dengan sistem Online yang pada awalnya ada paksaan oleh Pembantu Rektor III dan dilaksanakan dengan terpaksa oleh MPM mungkin hasilnya tidak sesuai dengan harapan mereka yang culas. 

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 8 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.