Berita

Debat Kandidat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur FPP

Debat Kandidat Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur FPP
Sesi pemberian pertanyaan oleh Prof.Dr.Ir.Anni Faridah, M.Si kepada kedua paslon Gubernur dan wakil Gubernur, Kamis (7/3). f/Rahmania

Ganto.co - Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) mengadakan debat calon Gubenur dan Wakil Gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2024/2025 dalam rangka tahapan pemilu BEM FPP. Kegiatan ini dilaksanakan secara online melalui platfrom zoom meeting dan disiarkan langsung secara streaming di channel YouTube FPP UNP TV, pada Kamis (7/3).

Acara ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Prof. Dra. Asmar Yulastri, M.Pd., Ph.d, dan dihadiri oleh wakil dekan, dosen, Gubernur periode sebelumnya dan mahasiswa selingkup Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP.

Prof. Dra. Asman Yulastri, M.Pd.,Ph.d., dalam kata sambutannya menyebut tujuan dari debad ini tidak lain adalah untuk mengasah keterampilan dan meningkatkan soft skill mahasiswa agar memiliki kemampuan dalam berorganisasi.

" Dalam kegiatan ini nantinya kita dapat memberikan penilaian dan hal ini juga termasuk kedalam promosi bagi masing-masing paslon Gubernur dan Wakil Gubernur, sehingga nantinya mahasiswa dapat mendapat gambaran dan kepercayaan untuk menentukan pilihannya," tuturnya.

Setelah sesi pembukaan acara, dilanjutkan dengan segmen penyampaian visi dan misi dari setiap pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FPP.

Yang mana empat orang calon Gubernur dan Wakil Gubernur BEM FPP ini adalah:

Paslon 1 yaitu Monika Ayu Difitri dari Departemen Pariwisata (Calon Gubernur) dan Salsa Bila Lintang dari Departemen Ilmu Kesehahteraan Keluarga (Calon Wakil Gubernur),

Paslon 2 ada Devrian AR dari Departemen Ilmu Kesejahteraan Keluarga (Calon Gubernur) dan Valechia Lauren AR dari Departemen Tata Rias dan Kecantikan (Calon Wakil Gubernur).

Pada segmen selanjutnya kedua paslon diberikan beberapa pertanyaan oleh Wakil dekan, dosen hingga gubernur BEM FPP dan kedua paslon diminta untuk menanggapi dan beradu gagasan secara bergantian.

Adapun pertanyaan-pertanyaan yang dibahas meliputi Program Kerja kedepannya, mengenai isu Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) dilingkungan kampus, Jiwa Kepemimpinan, Kesetaraan Gender dan lainnya.

Menanggapi pertanyaan mengenai rekan organisasi yang keluar secara sepihak dan isu LGBT dalam berorganisasi paslon nomor urut 1 berargumen tidak apa Sumber Daya Manusia (SDM) sedikit namun berkualitas.

"Jika terpilih, saya sebagai Gubernur dan rekan saya sebagai Wakil Gubernur akan menemui langsung dan bertanya alasannya, dan jika ia akan kembali berorganisasi saya akan menanyakan loyalitasnya kembali, karna menurut saya itu sangat penting dan untuk LGBT dimanapun itu sangatlah buruk, jadi sebisa mungkin saya akan melihat background anggota saya apakah mereka termasuk dalam lingkup LGBT atau tidak," tuturnya.

Paslon nomor urut 2 menanggapi pertanyaan tersebut, menurutnya keberadaan LGBT dalam organisasi sangat lah berbahaya.

"LGBT dan pengaruhnya dalam berorganisasi sangatlah berbahaya. Menanggapi mengenai rekan yang keluar secara sepihak, saya akan bertanya alasan kepada orang tersebut kenapa mengundurkan diri secara sepihak, karna organisasi itu tertata dan terstruktur jadi jika salah satu rekan kami mengeluarkan diri secara sepihak bararti ada permasalahan internal maupun eksternal," tuturnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Rahmania Rizka Rahayu
Jurnalis • Liputan Berita

Staf Broadcast
Diedit & Diverifikasi oleh: Anantha Ameilya Ryzky (Sekretaris Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.