Berita

Calon Rektor UNP Sampaikan Kertas Kerja di Hadapan Senat Akademik

Calon Rektor UNP Sampaikan Kertas Kerja di Hadapan Senat Akademik
Enam Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) secara bergantian menyampaikan kertas kerja, dihadapan Senat Akademik UNP di Auditorium UNP, Senin (22/4). F/Nata

Ganto.co - Empat guru besar menjadi panelis dalam Forum Terbuka Penyajian Kertas Kerja Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) period e2024-2029. Forum terbuka tersebut berlangsung di Auditorium UNP, Senin (22/4).

Empat panelis tersebut, yaitu Prof. Dr. Kadarsah Suryadi, DEA, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) periode 2015-2020; mantan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D.; Rektor UNP Prof. Ganefri, Ph.D.; serta Rektor UNP periode 2012-2016, Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram.

Pada saat sesi tanya jawab, Prof. Dr. Kadarsah Suryadi menuturkan misi utama PTNBH adalah semakin meningkatnya kualitas tapi dijaga oleh tiga otonomi yaitu otonomi akademik, otonomi keuangan dan otonomi management atau governance apa yang dilakukan untuk menjaga ketiga otonomi ini sehingga kualitas unp semakin meningkat.

Menanggapi pertanyaan tersebut, berikut paparan jawaban masing-masing calon rektorProf. Aldri Frinaldi, Prof. Dr. Ardipal, Prof. Dr. Indang Dewata, Dr. Hasrul, Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., dan Dr. Ir. Mulya Gusman.

Prof. Aldri Frinaldi mengatakan bahwa untuk menjaga otonomi ketiganya dengan tetap menjunjung tridharma perguruan tinggi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak.

"Untuk menjaga ketiga otonomi tersebut, contohnya UNP membuat produk lampu bola listrik yang dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak di dunia industri. Selain itu, kita akan menjaga otonomi yang kita miliki dan mengembangkannya dalam setiap kegiatan dengan menerapkan tata kelola good university governance. Dengan demikian, kepercayaan kita semakin kuat dan kita akan dicari orang jika kita memiliki sesuatu," tuturnya.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ardipal menyampaikan untuk menjaga otonomi pendidikan tinggi dengan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap kebebasan pendidikan tinggi untuk mengatur kurikulum.

"Selain itu, kita juga diberi kebebasan untuk memanfaatkan aset yang kita miliki, yaitu sebesar 20%. Bagaimana kita menggunakan aset tersebut untuk mencari peluang usaha di luar dan meningkatkan pendapatan yang signifikan. Kita juga dapat membuka dan menutup program studi sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Penting untuk menganalisis kebutuhan masyarakat dengan cermat sehingga kita dapat memiliki mahasiswa yang banyak dan berkualitas," tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Hasrul menjelaskan bahwa PTNBH merupakan realisasi dari visi menuju universitas berjiwa entrepreneur di masa depan. Ia mengungkapkan bahwa semua output yang dihasilkan oleh mahasiswa harus memiliki pola pikir enterpreneurial. Ia juga menyoroti bahwa kesulitan dalam menghadapi hal ini dapat menimbulkan ketidakseimbangan antara aspek akademik, keuangan, dan dunia usaha, atau komponen lainnya

"Sumber daya yang tersedia di universitas ini dapat berkontribusi untuk membentuk mahasiswa yang memiliki jiwa enterpreneur, kita menciptakan usaha yang tidak terpikirkan oleh dunia usaha luar, sehingga kita tidak hanya menjadi pesaing, tetapi juga inovator di luar dunia usaha tersebut," tuturnya.

Selanjutnya, Indang menegaskan tidak perlu takut menghadapi masalah keuangan yang terkait dengan otonomi daerah. Ia menunjukkan bahwa hari ini, fakultas pariwisata telah menunjukkan kemajuan yang cukup, seperti aula yang mereka miliki, dan masih banyak lagi prestasi yang bisa diraih, seperti di fakultas olahraga.

"Namun, untuk masa depan, ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, seperti akreditasi laboratorium di berbagai fakultas, termasuk di FMIPA. Akreditasi laboratorium ini dapat menjadi sumber pendapatan tambahan per kapita. Ada berbagai model universitas yang menghasilkan pendapatan langsung, dan ada juga yang melalui keahlian khusus. Oleh karena itu, kolaborasi antar universitas menjadi kunci keberhasilan di masa depan," ungkapnya.

Dr. Ir. Krismadinata, S.T., M.T., menegaskan bahwa dalam konteks otonomi, penting untuk memahami bahwa tidak dapat berjalan sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi. Ia menjelaskan untuk mencapai kemajuan dan memenuhi kebutuhan keuangan, perlu bekerja sama dalam mencari sumber pendapatan tambahan.

"SDM adalah aset utama kita. Meningkatkan kualitas dan reputasi SDM harus menjadi fokus utama. Dalam hal ini, penting untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian SDM secara menyeluruh. Prioritas harus diberikan pada pengembangan SDM yang berkualitas untuk mendukung visi UNP. Tanpa SDM yang berkualitas, sulit untuk mencapai tujuan yang diinginkan," jelasnya.

Terakhir, Dr. Ir. Mulya Gusman menekankan bahwa akademik, keuangan, dan SDM merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

"Di bidang akademik, perlu kita tingkatkan reputasi akademik. Misi utama PTNBH adalah meningkatkan kualitas secara keseluruhan, yang harus dijaga melalui tiga aspek otonomi yakni, otonomi akademik, keuangan, dan manajemen atau tata kelola. Pertanyaannya adalah, apa langkah konkret yang dapat diambil untuk menjaga ketiga aspek otonomi ini sehingga kualitas UNP semakin meningkat," tuturnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Adinda Ardhia Salsabila
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Afifah Salsabilah Putri (wartawan)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.