Berita

Ahli Neurolinguistik Ungkap Kemampuan Bahasa Tidak Terletak di Bagian Depan Otak

Ahli Neurolinguistik Ungkap Kemampuan Bahasa Tidak Terletak di Bagian Depan Otak
Potret Prof. Masataka Kizuka saat sedang menyampaikan materi terkait Language in The Brain pada saat kuliah umum melalui zoom meeting, Jumat (17/5). f/Aisyah

Ganto.co - Prodi Magister Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri padang (UNP) mengadakan kuliah umum dengan mengangkat tema "Hambatan Belajar dan Perkembangan" yang diselenggarakan melalui zoom meeting, Jumat (17/5).

Kegiatan ini akan diselenggarakan selama tiga hari yaitu pada 17, 23, dan 24 Mei. Pada hari pertama, akan dijelaskan mengenai Language and The Brain atau bahasa dan otak.

Dosen dari Kyoto Perfectual University of Medicine, Jepang, Prof. Masataka Kizuka menjelaskan tujuan dari kuliah umum ini adalah untuk melihat hubungan antara bahasa dan otak.

"Materi ini sangat penting bagi bapak ibu yang sedang mengampu di kelas. Tujuan dari kuliah ini adalah untuk melihat hubungan antara bahasa dan otak dari beberapa aspek, termasuk neurolinguistik, kognisi manusia, fungsi dari otak, kerusakan atau cacat otak dan cukup baru temuan otak," jelasnya.

Masa juga mengatakan bahwa para peserta perlu memahami maksud dari neurolinguistik sebelum memulai perkuliahan, karena hal tersebut akan berkaitan dengan materi selanjutnya.

"Dalam bidang neurolinguistik, ahli bahasa mempelajari tentang bahasa itu terbentuk pada manusia. Jadi di sini akan dipelajari bagaimana struktur bahasa bisa direpresentasikan dengan contoh nyata di otak kita," ungkapnya.

Ia juga memberikan satu contoh terkait kasus yang berhubungan dengan neurolinguistik ini, kasus yang diambil yaitu Kasus Phineas p. Gage pada 1848. Dari kasus ini muncul satu teori bahwa kemampuan bahasa tidak terletak tepat di bagian depan otak.

"This case very famous in neurolinguistics, seorang mandor konstruksi sedang meledakkan batu untuk jalur kereta api, suatu logam berukuran sekitar satu meter tertancap dari pipi kiri atas dan keluar dari atas dahinya, akan tetapi setelah sebulan ia tidak mengalami kerusakan nyata dari indra atau ucapannya," jelasnya.

Terakhir ia juga mengatakan bahwa seorang guru harus memperhatikan apa yang dikonsumsi siswa dan orang tuanya karena ini bisa berpengaruh ke kemampuan berbahasanya.

"Jadi kalau bapak ibuk punya siswa, bisa memberikan perhatian lebih kepada mereka terkait apa yang mereka konsumsi oleh orang tua mereka, karena ini bisa berpengaruh," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Aisyah Fitri
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Pelaksana
Diedit & Diverifikasi oleh: Anantha Ameilya Ryzky (Sekretaris Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.