Berita

FMIPA Qurani, Al-Quran Sebagai Pembelajaran dalam kehidupan Mahasiswa

FMIPA Qurani, Al-Quran Sebagai Pembelajaran dalam kehidupan Mahasiswa
Pemateri Muhammad Faruq Bahril memamaparkan materi dalam kegiatan FMIPA Qurani di Ruang Standar FMIPA UNP, Sabtu(25/5). f/Adika

Ganto.co -Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan acara FMIPA Qurani dengan mengusung tema "Membentuk Generasi Muda Cerdas yang Cinta Al-Quran" di Ruang Standar FMIPA UNP, Sabtu (25/5).

Acara FMIPA Qur'ani dibuka secara resmi oleh Rindang Surya Nur Muhammad selaku ketua pelaksana menyampaikan bahwa acara FMIPA Qurani ini merupakan kegiatan pelatihan keagamaan islam yang bertujuan mempelajari serta memperdalam ilmu Alqur-an.

"FMIPA Qurani adalah sebuah program kerja (proker) dari dinas dinat dan bakat (mikat). Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk dan belajar serta memperbaiki ilmu kita lebih dalam tentang Al-Quran," ujarnya.

Lebih lanjut, Rindang menyampaikan harapan demi kelancaran acara FMIPA Qurani.

"Untuk selanjutnya harapan kita untuk kegiatan FMIPA Qurani ini dapat berjalan lancar dan di ridhoi Allah SWT," ujarnya.

Acara FMIPA Qurani ini juga menghadirkan seorang pemateri Muhammad Faruq Bahril, dalam penyampaiannya ia menjelaskan cakupan Al-Quran sebagai orientasi dalam kehidupan.

"Al-quran itu sendiri tercakup tiga bagian syariah ini mencakup keyakinian kita, yaitu fiqih cara kita berkeyakinan, muamalah bagaimana kita bertransaksi satu sama lain dan yang terakhir akhlak. Akhlak menjadi orientasi, seseorang yang cerdas dan berhasil untuk menghadapi kecendrungan jiwa yang buruk, membutuhkan Al-Quran untuk membimbing kehidupan," ujarnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa tauhid, ibadah muamalah dan akhlak diibaratkan sebagai darah, oksigen dan nutrisi bagi tubuh yang senantiasa mengalir dalam tubuh kita.

"Alquran terdiri dari tauhid, ibadah muamalah dan akhlak. Ibadah dan muamalah diibaratkan sebagai oksigen dalam hidup kita, akhlak sebagai nutrisi bagi tubuh, tauhid diibaratkan sebagai darah dalam diri kita, dimana atau dengan siapapun kita tauhid selalu mengalir dalam kehidupan," jelasnya.

Terakhir, Faruq juga menambahkan bentuk pengaplikasian Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari terkhusus dalam kehidupan kampus, terutama sebagai muslim dan muslimah yang berorientasi dalam kehidupan.

"Bentuk pengaplikasiaan Al-Quran dalam kehidupan kita terkhusus dalam kehidupan kampus yaitu identitas, Allah memberikan identitas Islam kepada kita sebagai seorang muslim dan muslimah, yang menjadi kebanggaan kita yaitu mengimplementasikan nama tersebut dalam diri kita. Kita bangga sebagai seorang muslim dan muslimah dimulai dari cara kita berpakaian dan prinsip-prinsip yang kita pegang dalam kehidupan," jelasnya.

Salah satu panitia FMIPA Qurani, Lianda melalui wawancaranya bersama Ganto pada Sabtu (25/5) menyampaikan pesan dan kesannya selama acara berlangsung.

"Karena ini program kerja baru dari dinas mikat, sangat menantang karena konsepnya, kegiatan, pelatihan dan pelaksanaannya dari nol kami buat. Semoga kepanitiaannya selanjutnya lebih baik," ujarnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Adika Nuzula
Jurnalis • Liputan Berita

Staff Riset
Diedit & Diverifikasi oleh: Adinda Ardhia Salsabila (Redaktur Berita Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

3 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.