Berita

Owner Thursina dan Ketua TP-PKK Sumbar Ceritakan Pengalamannya Jadi Women Preneur

Owner Thursina dan Ketua TP-PKK Sumbar Ceritakan Pengalamannya Jadi Women Preneur
Sesi Cerita Perempuan Hebat Minangkabau bersama Owner Thursina, Ukhfi Thursina, S.Hum, M.Ed. dan Ketua TP- PKK Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar di Auditorium UNP, Jumat, (31/5). f/i

Ganto.co - Hari kedua penyelenggaraan, Minangkabau Halal Festival (MHF) 2024 adakan Talkshow Women Preneur, menceritakan perempuan hebat Minangkabau bersama Owner Thursina, Ukhfi Thursina, S.Hum, M.Ed. dan Ketua TP- PKK Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat, (31/5).

Selaku Owner Thursina, Ukhfi Thursina, S.Hum., M.Ed. ceritakan alasan dirinya dalam memulai bisnis hijab di tahun 2019.

"Yang membuat saya yakin berbisnis hijab karena pada tahun 2019 belum banyak local brand, di Sumatera Barat belum ada seperti yang saya tawarkan, saya menyediakan ukuran yang dibutuhkan konsumen dan memiliki motif atau tema berbeda dari orang lain, " ujarnya

Dalam berbisnis, Ukhfi memakai prinsip dan menanamkan nilai-nilai keislaman.

"Saya dalam memproduksi produk ada minimal ukuran kecil, di bawah ukuran tersebut tidak bisa, sebisa mungkin menghindari request konsumen yang meminta ukuran di bawah standar yang ditetapkan, karena dosanya ke kita juga sebab kita yang memfasilitasinya," jelasnya.

Lebih lanjut, Ukhfi menjadikan sosok Sayyidah Khadijah dan orang tua sumber inspirasi dan motivasi bagi dirinya dalam berbisnis.

"Inspirasi dan motivasi saya dari orang tua, kemudian bisa dijadikan teladan berdagang, yaitu Khadijah, di islam juga dibilang sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu dari berdagang," ujarnya.

Sementara itu, Ketua TP- PKK Sumatera Barat, Hj. Harneli Bahar menjelaskan perempuan harus menjadi orang yang berdaya dan memiliki kemampuan dalam segela hal.

"Perempuan itu harus menjadi perempuan yang berdaya, harus memiliki kemampuan dalam segala hal, bukan hanya pandai dalam mengurus anak dan suami, tetapi juga harus punya bisnis yang bisa dikembangkan,"

Lebih lanjut, Harneli mengatakan pendapatnya mengenai perempuan yang bisa menjadi penggerak ekonomi keluarga.

"Perempuan tidak bisa hanya mengandalkan uang suami, maka disinilah kita perlu mendidik, memberikan pelatihan kepada perempuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga sehingga sukses dalam memberikan pendidikan kepada anak," jawabnya kepada Moderator Acara, Revi Melani.

Terakhir, Harneli menyampaikan setiap tahun ada peningkatan minat Perempuan Minang dalam berbisnis.

"Setiap tahun selalu meningkat minat perempuan dalam berbisnis, buktinya seperti HIPMI, IWAPI, UMKM, banyak organisasi perempuan yang bergerak di bidang industri kerajinan maupun di industri makanan,"tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Riri Angraini
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Berita Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Anantha Ameilya Ryzky (Sekretaris Umum)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 6 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.