Laporan 1 Edisi 224

Mafia TOEFL : Jalan Pintas Menuju Gelar

Mafia TOEFL : Jalan Pintas Menuju Gelar
Tampak seorang reporter Ganto mengunjungi Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Balai Bahasa UNP, Kamis (1/2). f/Doni.

Keberadaan tes TOEFL yang sangat populer sebagai tes bahasa Inggris yang digunakan untuk mengukur tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang menjadikan tes ini justru menjadi hal yang patut untuk ditinjau ulang. Persaingan di era globalisasi menuntut perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) termasuk dosen, sebagai ujung tombaknya. Output perguruan tinggi, khususnya Universitas Negeri Padang (UNP), harus benar-benar berkualitas agar mampu bersaing di masa depan.

Di tengah kelimpungan menanti hasil tes TOEFL yang tak kunjung berhasil mencapai skor minimum yang ditetapkan pihak kampus, dengan berbangga hati seorang mahasiswa Universitas Negeri Padang, Ivan (bukan nama sebenarnya), mencoba menawarkan joki kunci jawaban tes TOEFL di salah satu grup pada aplikasi Telegram yang di dalamnya memuat sejumlah mahasiswa UNP. "Yang mau soal + kunci jawaban TOEFL berkabar ya," ucap Ivan pada salah satu grup tersebut.

Nayla (bukan nama sebenarnya), seorang reporter Ganto (dalam penyamaran), melalui aplikasi WhatsApp menghubungi Ivan (juga bukan nama sebenarnya), oknum yang diduga menawarkan joki TOEFL dan jual beli kunci jawaban TOEFL kepada mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (24/11).

Sebelumnya, Nayla menanyakan kebenaran apakah benar Ivan menawarkan joki TOEFL, namun Ivan menyangkal bahwa ia adalah joki ujian TOEFL dan menyatakan bahwa ia hanya menjual khusus kunci jawaban ujian TOEFL. Menurut penuturan Ivan dalam percakapan via WhatsApp tersebut, ia sudah memulai bisnis ini sejak bulan September 2023. Kunci jawaban TOEFL tersebut ia jual dengan harga 100 ribu rupiah per pemesanan.

Hal mengejutkan juga ditemui oleh tim investigasi Ganto, dalam penyelidikan ini Ivan menyatakan bahwa kunci jawaban yang ia dapatkan bersumber secara langsung dari pihak UPT Layanan Bahasa UNP.

Terakhir, Ivan juga meyakinkan Nayla dengan mengirimkan bukti keberhasilan skor TOEFL dari orang yang telah menggunakan jasanya. Ia juga menyatakan bahwa ia sudah menyelesaikan tes dengan skor 663 dan telah menyelesaikan wisuda pada periode September lalu.

Kepala UPT Layanan Bahasa UNP, Sitti Fatimah, S.S., M.Ed., Ph.D., membenarkan akan adanya praktik joki pada ujian TOEFL UNP selama ini. "Untuk ini kami menemukan banyak kecurangan dalam tes TOEFL dengan menggunakan joki, ataupun dengan cara curang lainnya seperti menulis jimat di tangan itu banyak," ujarnya, Rabu (13/12).

Mengenai informasi bahwa kunci jawaban yang beredar berasal dari pihak UPT Layanan Bahasa UNP, Sitti tidak memberikan pembenaran mengenai hal ini. Sitti justru dengan tegas menyatakan bahwa UPT Layanan Bahasa sudah bekerja sama dengan Wakil Rektor 1 (WR 1) untuk menindaklanjuti kasus-kasus kecurangan pada tes TOEFL selama ini.

"Kami dari pihak UPT Balai Bahasa UNP hanya bisa untuk melaporkan nama-nama yang curang kepada pihak atas yaitu Wakil Rektor 1," ungkapnya saat diwawancarai reporter Ganto.

Kepada Ganto, Sitti juga mengatakan bahwa UPT Layanan Bahasa juga sudah melakukan upaya agar meminimalkan tingkat kecurangan pada tes TOEFL dengan cara lebih ketat lagi melakukan pengawasan terhadap peserta tes TOEFL.

Bahkan jika ditemukan adanya peserta yang melakukan kecurangan ketika ujian berlangsung, pihaknya akan langsung mengeluarkan peserta tersebut dan memasukkan namanya ke dalam pelaporan kepada WR 1.

Bentuk Kepekaan Civitas Akademika UNP

Penelusuran terus dilakukan oleh tim reporter Ganto hingga mendapati hasil bahwa mahasiswa pada tahun masuk 2021 hingga tahun masuk 2023 cenderung tidak mengetahui akan permasalahan ini.

"Sejauh ini saya belum tahu terkait hal tersebut. Namun, melihat banyak mahasiswa yang kesulitan untuk mendapatkan nilai minimum TOEFL, bukan tidak mungkin hal tersebut benar terjadi di UNP," ucap Aginta Misrani, salah seorang mahasiswi jurusan Ilmu Ekonomi TM 2021 kepada Ganto.

Ditemui di ruangannya, Kamis, 7 Desember 2023, Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Astri Yuza Sari, S.E., M.M., mengatakan bahwa permasalahan mengenai joki TOEFL ini benar adanya dan sudah ada sejak dulu.

Ia juga mengatakan bahwa ia pernah mendapati mahasiswanya yang melakukan tindakan itu secara terang-terangan, meskipun tidak menawarkan secara terbuka. Astri juga mengakui bahwa mendapati hal tersebut langsung melakukan tindakan pencegahan dengan cara menegur secara langsung oknum yang membuka joki TOEFL tersebut.

Pengakuan serupa juga disampaikan oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) saat diwawancarai reporter Ganto. "Saya pernah dapat anak bimbingan itu bahasa Indonesianya belepotan, TOEFL-nya 550. Saya suruh ujian pakai bahasa Inggris, tapi dia menolak dengan dalih kurang lancar berbahasa Inggris. Ketika ditanya, jawabannya malu-malu. Jadi ada, tapi tidak tahu itu joki atau bocor jawaban. Pokoknya kecurangan," ujar Azhari Syarief, M.Si., Dosen Departemen Geografi FIS, Selasa (5/12).

Tak hanya kasus kecurangan joki kunci jawaban tes TOEFL, pada kesempatan lain reporter Ganto mendapati adanya dugaan bisnis terselubung terkait sertifikat TOEFL. Hal ini disampaikan oleh salah seorang dosen Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK), Bunga (bukan nama sebenarnya), yang juga membenarkan adanya praktik kecurangan dalam tes TOEFL di UNP selama ini.

"Joki TOEFL, bahkan di belakang gedung Bagonjong itu saya lihat sendiri ada yang membagi-bagikan sertifikat TOEFL, seperti terorganisir. Dulu tahun 2019 dibagikan tidak lewat admin lembaga Balai Bahasa. Saya bukannya menduga ada kerja sama juga dengan orang dalam, karena rasanya tidak sejauh itu dan tidak bisa juga dibuktikan," ujarnya saat dihubungi via daring, Jumat (8/12).

Menyinggung perihal bisnis terselubung terkait jual beli sertifikat TOEFL, hal tersebut memang praduga yang menjadi fakta. Pasalnya, Ganto juga pernah menilik hal ini dalam tabloid edisi 187.

Kejadian tersebut terjadi sekitar tahun 2015, di mana pada saat itu Ganto menemukan dari 200 sertifikat TOEFL yang dicurigai dan dikumpulkan kembali ke Balai Bahasa UNP, 180 sertifikat dinyatakan palsu. Kejadian ini dibenarkan oleh Wakil Rektor 1 UNP kala itu. Namun, ia bungkam ketika ditanya siapa sebenarnya pelaku di balik permasalahan bisnis terselubung ini.

"Hal ini semacam mencari kesempatan dalam kesempitan," ucap Dr. Mardianto, S.Ag., M.Si., selaku Kepala Departemen Psikologi saat ditemui Ganto di ruangannya, Jumat (8/12). Mardianto menyampaikan seharusnya hal ini tidak bisa ditolerir lagi oleh pihak kampus.

Pendapat serupa disampaikan dari Fakultas Ilmu Sosial, Muhammad Ismail, S.Pd., M.Sc., salah seorang dosen dari fakultas tersebut mengatakan bahwa permasalahan ini tentu saja tidak hanya terjadi di UNP saja, bahkan kerap terjadi di kampus-kampus lainnya.

Ismail menjelaskan hal ini bisa terjadi karena menurunkan semangat belajar bahasa Inggris mahasiswa sehingga menimbulkan niat buruk untuk menggunakan jasa joki TOEFL setelah tidak lulus tes beberapa kali.

Lebih lanjut, Ismail mengatakan, kampus perlu menyediakan fasilitas penunjang yang gratis. "Misalnya sudah ujian tiga kali dan tidak lulus-lulus, harus ada kebijakan dari kampus untuk memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa yang mungkin kurang bisa belajar dengan baik, daripada menggunakan joki. Kampus perlu menyaring informasi dari kebutuhan mahasiswa tentang tes TOEFL ini," jelasnya.

Solusi, Penanganan, dan Kebijakan Pihak Kampus

Ganto mencoba mengambil berbagai perspektif civitas akademika UNP terkait permasalahan ini. Salah satu pendapat menarik disampaikan salah seorang dosen Fakultas Ilmu Sosial, Muhammad Ismail, S.Pd., M.Sc. Ia mengatakan bahwa kampus harus mengeluarkan kebijakan praktis dalam menyikapi persoalan ini.

"Misalnya sudah tiga kali tidak lulus, maka dideteksi atau dimonitorilah mahasiswa mana saja yang perlu dibimbing secara intensif agar hasilnya bisa maksimal dan meminimalkan mahasiswa yang bersangkutan mencari cara lain seperti joki TOEFL," ucapnya.

Tanggapan menarik lainnya juga disampaikan Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Keolahragaan, Dr. Padli, S.Si., M.Pd. Kepada Ganto, ia menjelaskan bahwa untuk menyiasati ini UNP beserta pimpinan yang lain sudah menggodok sebuah regulasi terkait untuk mengonversi beberapa mata kuliah yang terkait dengan bahasa Inggris.

"Bisa kita konversi pada nilai TOEFL dan sudah kita finalkan, dan tinggal launching saja," tuturnya.

Menanggapi kasus kecurangan dalam tes TOEFL ini, Wakil Rektor 1 (WR 1) juga sudah mengambil tindakan tegas yang dapat menimbulkan efek jera bagi pelaku. Ketika ditemui reporter Ganto di ruangannya, Kamis (04/01), Dr. Refnaldi, S.Pd., M.Litt., mengatakan bahwa semua tindak kecurangan pada tes TOEFL sudah ada upaya penanggulangannya, yaitu jika pelakunya dari pihak mahasiswa maka akan dilakukan skorsing selama satu semester untuk tingkat kecurangan biasa dan satu tahun untuk kecurangan berat.

Hukuman tersebut terhitung masa studi dan jika pelakunya sudah wisuda maka akan ada penahanan ijazah. Refnaldi juga mengatakan bahwa pada tahun ini juga sudah ada laporan dari pihak UPT Layanan Bahasa terkait adanya tindakan kecurangan pada tes TOEFL. "Setiap semester itu selalu ada. Tahun ini (ganjil 2023) ada 12 orang yang sudah kami skor," ungkapnya.

Pada kesempatan ini reporter Ganto juga menanyakan kepada WR 1 mengenai apakah ada upaya dari pihak UPT Layanan Bahasa terkait meminimalkan terjadinya kecurangan di masa yang akan datang seperti diadakannya pelatihan khusus. Namun, sampai saat ini WR 1 mengatakan belum dapat dilakukan upaya seperti itu dengan menimbang kondisi UPT Layanan Bahasa saat ini.

"UPT itu sekarang SDM-nya sangat terbatas. Yang tidak terkendala sama UPT itu nggak sampai 25%," ujarnya.

Telah terbit pada Tabloid Ganto Edisi 224

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

kontributor
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter
Diedit & Diverifikasi oleh: Redaksi (Admin)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.