Ganto.co - Tim Universitas Negeri Padang (UNP) melalui Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) berhasil melaksanakan program SULUANG (Sinergi Usaha Laut untuk Anak Nagari) di Desa Singkaring, Nagari Punggasan, Kecamatan Linggo Sari Baganti, Kabupaten Pesisir Selatan. Program ini bertujuan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir melalui pelatihan dan pendampingan usaha berbasis potensi lokal.
Melalui program SULUANG, tim mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) memberikan pelatihan pengolahan hasil laut dan pemanfaatan limbah perikanan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan keterampilan pengolahan sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat di tingkat rumah tangga.

Ketua Tim PKM-PM, Fadhil Rahuna, menyampaikan bahwa program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi terhadap aktivitas nelayan di Desa Singkaring.
"Potensi laut di sini sangat besar, tapi belum tergarap maksimal. Melalui SULUANG, kami ingin menghadirkan pelatihan yang bisa langsung dipraktikkan, mulai dari mengolah hasil tangkapan menjadi produk siap jual hingga memanfaatkan limbah ikan menjadi pupuk cair dan pakan ternak," jelasnya, Kamis (28/08).
Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Kantor Wali Nagari Punggasan dengan melibatkan kelompok ibu rumah tangga, anggota PKK, dan pelaku usaha kecil. Peserta belajar membuat berbagai produk olahan seperti abon ikan, dendeng ikan, dan roti abon ikan. Produk-produk tersebut memiliki nilai jual lebih tinggi dan daya tahan lebih lama dibandingkan ikan segar, sehingga berpotensi menjadi peluang usaha baru.

Salah satu peserta pelatihan, Syahrina Hidayati, mengungkapkan manfaat yang dirasakannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
"Kami sangat terbantu. Biasanya limbah ikan hanya dibuang begitu saja, sekarang kami tahu cara mengolahnya agar bisa menghasilkan. Kami juga belajar membuat produk olahan yang bisa kami jual untuk menambah penghasilan keluarga," ujarnya.
Program ini mendapat dukungan dari perangkat nagari dan masyarakat setempat. Sekretaris Nagari Punggasan, Yuliza, menyampaikan apresiasinya kepada mahasiswa UNP.
"Sinergi antara mahasiswa dan masyarakat sangat penting. Program seperti SULUANG tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga membuka cara pandang baru bagi warga tentang potensi besar yang mereka miliki," katanya.
Dosen pendamping tim PKM-PM, Lailatur Rahmi, M.Pd., menuturkan bahwa kegiatan ini mencerminkan semangat pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
"Program SULUANG bukan hanya sekadar pelatihan teknis, tetapi proses belajar dua arah. Mahasiswa belajar memahami konteks sosial masyarakat pesisir, sementara warga memperoleh keterampilan baru untuk memperkuat kemandirian ekonomi," jelasnya.
Selain pelatihan, tim PKM-PM UNP juga menyiapkan pendampingan lanjutan yang mencakup bimbingan pemasaran digital dasar, penguatan kelembagaan usaha kecil, serta strategi keberlanjutan usaha.
Fadhil menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan tidak hanya berfokus pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada pembangunan kapasitas masyarakat.
"Kami ingin masyarakat memiliki kemandirian. Setelah program ini selesai, mereka tetap bisa mengembangkan usaha sendiri, bahkan memperluasnya. Itulah tujuan utama dari SULUANG," tuturnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!