Ganto.co - Sebanyak 2.232 mahasiswa dari 11 fakultas Universitas Negeri Padang (UNP) mengikuti Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) periode Januari–Juni 2026 di Auditorium UNP, Rabu (17/12). Kegiatan yang secara resmi dilepas oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, ini bertujuan mematangkan kesiapan mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian pada Januari mendatang.
Kegiatan pembekalan KKN UNP ini menghadirkan berbagai narasumber strategis untuk membekali mahasiswa dengan wawasan multidimensi, mulai dari kebijakan daerah, lingkungan, hingga perlindungan sosial dan kemanusiaan.
Yozarwardi Usama Putra, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Sumatera Barat, menjelaskan bahwa KKN tahun ini difokuskan pada penguatan kapasitas desa atau nagari, terutama melalui digitalisasi dan pengembangan ekonomi kreatif. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi menjadi penggerak utama dalam meningkatkan strata kemandirian nagari di Sumatera Barat.
"Mahasiswa KKN akan menjadi seorang legend object apabila bisa memberdayakan potensi yang dimiliki yang sudah dibekali di kampus masing-masing. Diharapkan meninggalkan legacy, contohnya jika daerah tersebut belum digitalisasi, lalu adik-adik buatkan, itu akan dikenal sepanjang masa," ujarnya.
Tasliatul Fuaddi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Barat, menyoroti krisis lingkungan global dan lokal yang mengancam Sumatera Barat. Mahasiswa diminta untuk membawa misi penyelamatan lingkungan ke lokasi KKN, terutama dalam hal pengelolaan sampah dan pelestarian hutan guna mencegah bencana alam.
"Sumatera Barat sedang terkoyak oleh lingkungan yang sudah rusak. Fungsi adik-adiklah sekarang sebagai generasi muda memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa kita harus mengurangi persoalan sampah plastik dan menjaga hutan agar tidak ditebang sembarangan," tuturnya.
Mardalena Wati Yulia, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, memaparkan pentingnya peran mahasiswa dalam menyiapkan generasi emas 2045 dengan fokus pada perencanaan kehidupan berkeluarga dan pencegahan stunting. Mahasiswa diharapkan menjadi contoh nyata bagi remaja di desa tempat mereka mengabdi.
"Tujuan dari program Genre kita tentu meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja tentang bagaimana hidup sehat dan berakhlak. Jadilah role model generasi atau remaja yang sehat, kalau ini sudah menjadi role model, insyaallah di sebelah kiri kanannya akan mengikuti," jelasnya.
Danil Ramdani, Perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Barat, menekankan bahwa setiap aktivitas, termasuk pengabdian masyarakat (KKN), memiliki risiko kecelakaan kerja yang harus diproteksi melalui jaminan sosial. Ia mengajak mahasiswa untuk sadar akan pentingnya perlindungan diri sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masa depan.
"Risiko kecelakaan kerja itu ada yang ringan, sedang, hingga berat. Negara sudah menyiapkan program jaminan kematian untuk mengantisipasi jika pencari nafkah atau pekerja meninggal dunia agar tidak muncul keluarga miskin baru. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain," tuturnya.
Fatmariza, Ketua Satuan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) UNP, mengingatkan mahasiswa untuk menjaga integritas dan moralitas selama berinteraksi dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa KKN adalah ruang pengabdian yang harus bebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun seksual.
"Ketika kita sudah berada di masyarakat, iklim dan tantangannya sudah berbeda dibanding di kampus. Hati-hati, jaga diri baik-baik. Kalau terjadi apa-apa, segera lapor kepada DPL atau Satgas PPK. Jangan dibiarkan berlarut-larut karena risikonya berat secara administratif maupun pidana," tegasnya.
Herlin Sridiani, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (P3AP3KB), menyoroti fenomena gunung es pada kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ia mendorong mahasiswa KKN untuk aktif mendeteksi dini dan membantu korban agar berani melapor guna memutus rantai kekerasan di tingkat nagari.
"Kekerasan sering kali tidak terlaporkan karena korban takut atau diancam, sehingga kekerasan akan terus berlanjut. Jika terjadi kekerasan, segera lapor ke kanal SAPA 129. Karena di pertahanan (daerah KKN) tanda tertumpah harapan, semoga tidak ada yang tertidur lagi dengan isu ini," pungkasnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!