Berita

Ditlantas dan Komunitas Sitinjau Lauik Perkuat Pengawasan Jalur Rawan Kecelakaan

Ditlantas dan Komunitas Sitinjau Lauik Perkuat Pengawasan Jalur Rawan Kecelakaan
Kondisi arus kendaraan di jalur Sitinjau Lauik yang menghubungkan Kota Padang dan Kabupaten Solok saat dilakukan pengawasan lalu lintas oleh Ditlantas Polda Sumatra Barat dan Komunitas Sitinjau Lauik, Sabtu (21/2). f/Salsa

Ganto.co - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatra Barat bersama Komunitas Sitinjau Lauik memperkuat pengawasan arus kendaraan, Sabtu (21/2). Sinergi ini dilakukan untuk memantau lalu lintas di jalur penghubung Kota Padang dan Kabupaten Solok yang kerap menjadi lokasi kecelakaan akibat kondisi jalan yang ekstrem.

Wawancara inspektur polisi yang berjaga di posko pengamanan sitinjau lauik pada sabtu (21/2). f/dinda

IPDA (Inspektur Polisi Dua) Vernanda Putra Pratama yang telah tiga minggu bertugas di kawasan tersebut menyebutkan, tantangan terbesar dalam pengaturan lalu lintas adalah faktor cuaca dan keterbatasan alat komunikasi.

"Kalau hujan, risiko makin tinggi. Ditambah lagi kalau komunikasi terkendala, penanganan kecelakaan bisa terlambat," ujarnya.

Ia juga menyebutkan kecelakaan terakhir terjadi dua hari lalu, ketika sebuah truk menabrak pohon sekitar pukul 02.00 WIB. Dari tiga orang di dalam kendaraan, dua dilaporkan selamat dan satu lainnya langsung dievakuasi menggunakan ambulans.

"Insiden di jalur ini kerap terjadi pada malam hari dan didominasi kendaraan berat. Faktor rem blong serta truk yang tidak kuat menanjak menjadi penyebab utama," ucapnya.

Untuk meminimalisir risiko, petugas melakukan patroli rutin setiap dua jam dan memberikan imbauan kepada sopir truk agar menepikan kendaraan saat mesin mengalami overheat.

"Kami sarankan berhenti satu sampai dua jam untuk mendinginkan mesin sebelum melanjutkan perjalanan," jelasnya.

Di sisi lain, pengawasan di jalur ini juga diperkuat dengan pemasangan empat CCTV di sejumlah titik rawan.

"Kamera pengawas tersebut terhubung langsung dengan pihak kepolisian dan mulai diaktifkan sekitar dua hingga tiga bulan terakhir, pasca peristiwa galodo yang sempat melumpuhkan akses jalan," jelasnya.

Vernanda mengatakan pengawasan juga dibantu oleh komunitas konten Sitinjau Lauik yang sedang melakukan siaran langsung dan kerap menjadi rujukan awal sebelum tim turun ke lokasi.

"Tanpa harus patroli sampai bawah, kami bisa pantau dari live mereka. Kalau ada kejadian menonjol, baru kami turun," ujarnya.

Wawancara salah satu anggota konten kreator komunitas sitinjau lauik pada sabatu (21/2). f/dinda

Ismail Marzuki, salah satu anggota konten kreator Komunitas Sitinjau Lauik, menyebutkan komunitas Sitinjau Lauik ini dibagi menjadi tim yaitu tim konten dan PKJR (Pengatur Keselamatan Jalan Raya).

"Jadi ada yang di lapangan untuk mengatur keselamatan dan ada juga yang mengupdate situasi terkini lewat live kak," jelasnya.

Terakhir, Ismail Marzuki mengatakan tim konten komunitas Sitinjau Lauik beranggotakan sekitar 15 orang yang bertugas memberikan informasi melalui sosial media.

"Kami selalu rutin memberi informasi kalau ada truk rusak, macet, atau kendala lain. Tidak ada jadwal khusus, siapa yang standby di lapangan akan langsung update situasi terkini di jalan Sitinjau Lauik," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Taufiqurrahman
Jurnalis • Liputan Berita

Redaktur Tulisan
Diedit & Diverifikasi oleh: Ghina Asyifa Rahmadani (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

7 + 4 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.