Berita

Tawa dan Tepuk Tangan Untuk Jokowi

Jarum jam menunjukkan pukul 09.10 WIB. Convention Hall Universitas Andalas (Unand) yang terdiri dari dua lantai sudah penuh sesak oleh lebih dari seribu penonton. Mereka terdiri dari mahasiswa, dosen, dan masyarakat umum. Ada penonton yang duduk di kursi, ada juga yang lesehan di lantai, tapi lebih banyak yang berdiri. Ruangan itu semakin bergemuruh oleh tepuk tangan tatkala Master of Ceremony mengundang pembicara pada hari itu untuk naik ke atas panngung. Ia adalah Ir. Joko Widodo.

Acara ini terselenggara dalam rangka memperingati 10 tahun Pusat Studi Humaniora (PSH), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Unand. Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Jokowi itu didatangkan untuk memberikan kuliah umum dengan tema: "Peran Sosial Budaya Membentuk Pemimpin yang Berintegritas" pada Sabtu, 31 Agustus. Lima menit pertama Jokowi mulai berbicara, dengan guyonan khasnya gelak tawa dan tepuk tangan sudah silih berganti berpendar di ruangan itu. "Ketika pemerintah mendesain sebuah kebijakan, diibaratkan mereka mengarahkan ke selatan, sementara masyarakat mau nya ke utara, mana bisa nyambung". Jokowi yang bersetelan kemeja putih dan celana hitam itu kembali mengundang tepuk tangan penonton.

Jarum menit jam perlahan beranjak dan sudah mencapai angka 6. Jokowi tengah memberi kuliah tentang terobosan-terobosan yang telah dilakukannya. Ia bercerita waktu itu pernah mendatangi RT dan RW di DKI Jakarta. Ada ibu-ibu yang sudah sakit selama dua tahun dan belum dirujuk ke Rumah Sakit. Ia menemukan banyak contoh kasus serupa. Ratusan ribu penduduk sakit yang tidak mendapat pengobatan layak bukanlah angka yang sedikit. Lalu Ia memunculkan program pendataan untuk mengetahui masyarakat Jakarta yang sakit. Kartu Jakarta Sehat (KJS) adalah terobosan Jokowi yang membutuhkan dana mencapai 1,5 Triliun. Kartu ini dilengkapi sistem elektronik yang dapat menyimpan data kesehatan penggunanya. Mulai dari riwayat penyakit hingga dimana saja telah menjalani perawatan. "Tanpa warga kita sehat, percuma kita ngomong yang lain-lain." Ruangan kembali bergemuruh.

Tidak terasa, jarum jam sudah menunjuk pukul 09.50 WIB. Sesi penyampaian kuliah umum oleh Jokowi berakhir diiringi tepuk tangan penonton. Selanjutnya memasuki sesi tanya jawab, empat orang penanya sangat antusias dengan kesempatan yang diberikan. Ada mahasiswa Farmasi Unand, bertanya bagaimana Jokowi memanajemen waktu sehingga tidak kelelahan dan bisa bekerja dengan baik. Lalu seorang mahasiswa berjilbab oranye, mengenakan almamater Unand memanfaatkan kesempatan itu dengan terlebih dahulu berkomentar panjang lebar. Sorakan dari penonton membuat ia tetap melanjutkan orasinya. "Yang menyoraki saya pasti iri." Penonton kembali bersorak. Sampai akhirnya ia melontarkan pertanyaan:"Apakah hal yang bisa menjadikan mahasiswa nantinya bisa menjadi pemimpin yang berintegritas?"

Direktur Pasca Sarjana Unand menjadi penanya selanjutnya. Bagaimana politik Jokowi menghindari Investor sehingga berpihak kepada ekonomi rakyat adalah pertanyaan dari Sang Profesor, begitu ia akrab disapa. Terakhir, dari Edison, Dosen Unand. Ia memulai dengan komentar tentang keharuannya saat menyanyikan lagu Indonesia Raya di awal acara. Ia bertutur ada yang hilang dari kita, yaitu budaya sosial. "Tapi ini yang tengah Bapak bangun di Jakarta". Ia melanjutkan komentarnya. Ia berharap hal ini akan menjadi contoh bagi pemimpin di Indonesia. Sampai akhirnya Edison ternyata tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk bertanya melainkan hanya menyampaikan komentar dan pesan. Agar Jokowi jangan tergoda dengan hal lain adalah pesan yang disampaikannya.

Selanjutnya giliran Jokowi untuk berkomentar tentang pertanyaan dan komentar yang dilontarkan padanya. Untuk penanya pertama, ia bertutur tidak pernah memaksakan diri. Jika sudah capek ia akan istirahat. "Alhamdulillah saya diberi kemudahan tidur", ujarnya. Ia juga berbagi informasi tentang rutinitasnya mengonsumsi jamu temulawak. Jamu temulawak yang sudah dikonsumsinya selama 17 tahun itu menurutnya dapat memperbaiki fungsi organ, terutama hati. Sementara untuk penanya kedua, Jokowi berseloroh ia tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. "Saya tidak memahaminya, silahkan naik ke atas panggung," tuturnya. Sontak penonton bersorak iri. Mahasiswa berjilbab orange itu berhasil berfoto dengan Jokowi.

Memasuki pertanyaan ketiga, Jokowi berkomentar dengan santai dan tenang. "Kalau kita setiap hari bergaul dengan rakyat, pengaruh ke kita itu ya pengaruh rakyat!" Kembali ia mengundang riuh tepuk tangan penonton. Ia juga mengisi komentar itu dengan saran-saran. Pasar tradisional semestinya difasilitasi dengan maksimal. Disediakan lahan parkir yang memadai. Para penjual di-training agar mampu melayani pembeli dengan baik. Serta dikelola dengan manajemen modern. Hasilnya masyarakat akan betah belanja di Pasar Tradisional karena harga yang lebih murah. Dan pastinya pasar-pasar modern tidak akan berkembang biak.

Selesai sudah Acara Kuliah Umum bersama Jokowi. Satu persatu penonton mulai beringsut keluar ruangan. Pada pukul 10.20 WIB, Jokowi menutup pembicaraannya di depan penonton pada hari itu. Via

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Via
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter SKK Ganto UNP
Diedit & Diverifikasi oleh: Ami Jaer (Editor Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

5 + 7 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.