Berita

Kultum HMD KTP UNP Bahas Makna 10 Hari Terakhir Ramadan

Kultum HMD KTP UNP Bahas Makna 10 Hari Terakhir Ramadan
Lisa Candra Sari menyampaikan Kultum Ramadan (Kurma) melalui video Reels di Instagram, Minggu (15/3). f/Tangkapan layar

Ganto.co - Himpunan Mahasiswa Departemen (HMD) Kurikulum dan Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar kegiatan Kultum Ramadan (Kurma) pada hari ke-24 Ramadan, Minggu (15/3). Kegiatan ini disiarkan melalui fitur Reels pada platform Instagram dengan mengusung tema "10 Hari Terakhir dan Refleksi Diri: Ramadan Pergi, Amal Tetap Bersemi."

Kultum tersebut menghadirkan Lisa Candra Sari, dosen Program Studi Teknologi Pendidikan, sebagai pemateri. Dalam pemaparannya, Lisa menyampaikan sepuluh hari terakhir bulan Ramadan merupakan puncak dari rangkaian ibadah yang telah dilakukan selama dua puluh hari sebelumnya.

"Sepuluh hari terakhir Ramadan merupakan puncak dari ibadah yang telah kita lakukan sebelumnya. Pada waktu inilah kita memiliki kesempatan untuk menyempurnakan ibadah sekaligus memperbaiki diri dengan meningkatkan kualitas amalan," ujarnya.

Lisa juga menjelaskan keistimewaan sepuluh malam terakhir Ramadan, salah satunya karena terdapat Malam Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

"Malam Lailatul Qadar adalah malam yang sangat istimewa. Jika kita beribadah pada malam tersebut, maka pahalanya lebih baik daripada beribadah selama 83 tahun. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyia-nyiakan kesempatan yang sangat berharga ini," jelasnya.

Ia juga menyoroti fenomena yang sering terjadi di masyarakat saat bulan Ramadan, yaitu ramainya masjid dengan berbagai aktivitas ibadah.

"Pada bulan Ramadan, masjid-masjid dipenuhi oleh jamaah yang melaksanakan salat, membaca Al-Qur'an, dan melakukan berbagai ibadah lainnya. Banyak masyarakat yang sebelumnya jarang ke masjid menjadi lebih rajin beribadah. Namun, fenomena ini sering kali hanya terjadi setiap Ramadan saja," ungkapnya.

Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk melakukan introspeksi diri dan menjadikannya sebagai sekolah spiritual yang dapat membentuk kebiasaan baik secara berkelanjutan.

"Ramadan adalah waktu bagi kita untuk mengintrospeksi diri. Bulan ini menjadi semacam sekolah spiritual agar kebiasaan baik yang kita lakukan selama Ramadan tidak berhenti ketika Ramadan berakhir," tambahnya.

Di akhir pemaparannya, Lisa mengajak umat Muslim untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah, sehingga semangat beribadah tetap terjaga hingga Ramadan berikutnya.

"Jadikanlah Ramadan sebagai waktu untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas ibadah kita. Seakan-akan selama sebulan kita 'dikarantina' untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, ketika kita bertemu kembali dengan Ramadan berikutnya, kualitas ibadah kita semakin meningkat," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Gita Ira Yolanda
Jurnalis • Liputan Berita

Staf Broadcasting
Diedit & Diverifikasi oleh: Ghina Asyifa Rahmadani (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

4 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.