Menyikapi isu dugaan penyimpangan yang menimpa dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) berinisial GTA dari Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) dan JFP dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Pihak kampus mengadakan pertemuan dengan kedua pihak terduga untuk memberikan klarifikasi.
Berdasarkan pantauan Ganto, pertemuan tersebut berlangsung sekitar pukul 19.43 WIB di lantai 1 Gedung Rektorat UNP pada Sabtu (4/4).
Dalam pertemuan tersebut GTA datang bersama ayah, ibu, dan empat saudaranya. Sedangkan JFP datang bersama ayah dan ibunya.
Pada pertemuan tersebut pihak kampus mengonfirmasi apakah benar GTA dan JFP terlibat dalam hubungan sesama jenis. Namun GTA membantah tudingan tersebut.
"Tidak pak," bantahnya.
Kemudian Ibu GTA memberikan pembelaan terhadap anaknya.
"Tidak mungkin anak saya menyukai sesama jenis,"
pungkasnya terhadap pihak kampus.
Lebih lanjut, Ibu GTA meminta pihak kampus untuk memberikan perlindungan terhadap anaknya.
"Apakah ada perlindungan yang diberikan dari pihak kampus pak? Karena anak saya sudah mendapat banyak intimidasi sehingga takut untuk pergi ke kampus," ucapnya.
Namun pihak kampus menegaskan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut.
"Kami tidak bisa melindungi karena UNP memiliki lebih kurang 40.000 mahasiswa, UNP tidak memiliki wewenang untuk melindungi kasus ini, namun untuk Ibu bisa menghubungi atau melaporkan kejadian ini ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban," katanya.
Di media sosial, beredar sejumlah foto kedekatan GTA dan JFP yang diunggah oleh akun Instagram bernama @bocoralus.unp.
Foto pertama menampakkan GTA dan JFP yang sedang berada di bioskop, foto kedua menampakkan GTA dan JFP yang saling memegang kado dengan caption 'tetap jadi bocil kesayangan aku selamanya', dan foto terakhir memperlihatkan GTA memeluk JFP yang sedang tidur.
GTA membenarkan dua postingan foto yang beredar dari akun tersebut.
"Dari ketiga postingan akun @bocoralus dua diantaranya memang benar foto saya, cuma ada caption yang ditambahkan dari foto tersebut yang seharusnya tidak ada dan satu foto yang di bioskop itu saya tidak bersama JFP, saya pergi menonton dengan beberapa teman yang lain juga," ucapnya.
Namun, GTA membantah satu foto lainnya yang beredar di postingan akun @bocoralus.unp.
"Foto saya yang memeluk JFP saat tidur merupakan hasil editing AI," tegasnya.
Terakhir, GTA dan ibunya mempertanyakan sanksi tegas bagi oknum penyebar berita hoax.
"Apakah ada tindak lanjut ataupun sanksi yang diberikan pihak kampus terhadap akun penyebar berita hoax?," tanyanya.
Pihak kampus memberikan solusi agar GTA dan JFP melaporkan kasus pencemaran nama baik ini ke pihak berwajib.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!