Ganto.co - Himpunan Mahasiswa Papua (HIMAPA) Sumatera Barat menggelar aksi damai dengan tema "Tutup PT Freeport Indonesia" di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (7/4).
Juru bicara HIMAPA, Idimlak Kogoya, mengungkapkan seruan penutupan PT Freeport Indonesia berangkat dari perpanjangan kontrak operasi perusahaan tersebut hingga tahun 2061.
"Untuk itu, tuntutan kami yang pertama adalah terkait perusahaan yang masuk ke Papua sejak tahun 1967 serta berbagai dampak yang terjadi di tengah masyarakat Papua," ungkapnya.
Tidak hanya itu, tuntutan terkait peristiwa berdarah di Dogiyai juga disuarakan dalam aksi tersebut.
"Telah terjadi kasus besar di mana 11 orang dibunuh. Mereka merupakan warga sipil, termasuk seorang ibu lansia berusia 64 tahun dan seorang anak di bawah umur berusia 8 tahun," tambahnya.
Sebagai penutup, ia berharap pemerintah dapat menutup PT Freeport Indonesia karena dinilai telah memberikan dampak buruk bagi masyarakat Papua.
"Kami, masyarakat Papua, menuntut agar perusahaan tersebut segera ditutup," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!