Ganto.co - Sejumlah mahasiswa mengeluhkan kebijakan pembatasan penggunaan lift di gedung Perpustakaan Universitas Negeri Padang (UNP) yang hanya diperuntukkan bagi staf, Kamis (23/4). Mahasiswa menilai kebijakan tersebut kurang sejalan dengan posisi mereka yang turut membayar Uang Kuliah Tunggal (UKT), termasuk untuk pembangunan fasilitas kampus.
Kezia Dwi Riyani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), mengaku pernah mencoba menggunakan lift karena merasa lelah. Namun, ia langsung ditegur petugas keamanan.
"Waktu itu mau coba pakai lift, tapi langsung ditegur satpam. Katanya itu hanya untuk staf, mahasiswa disuruh naik tangga," ujarnya.
Menurut Kezia, kebijakan tersebut cukup memberatkan, terutama saat perpustakaan ramai dan mahasiswa harus menuju lantai atas.
"Kalau lagi capek dan perpustakaan ramai, naik sampai lantai empat itu lumayan melelahkan," katanya.
Keluhan serupa disampaikan mahasiswa berinisial S dari Program Studi Teknik Sipil angkatan 2023. Ia merasa dirugikan karena mahasiswa tidak dapat menggunakan fasilitas yang tersedia di perpustakaan.
"Lumayan dirugikan ya, soalnya kita sudah bayar UKT tapi tidak bisa menikmati fasilitas yang ada di perpustakaan ini," ujarnya.
Ia menilai akses lift seharusnya dibuka bagi seluruh civitas akademika, terutama mahasiswa yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau keterbatasan fisik.
"Lebih baik bisa dipakai untuk semuanya, supaya mempermudah. Kadang ada yang asma atau kondisi tertentu, naik tangga jadi berat," tambahnya.
Kezia dan S berharap pihak kampus dapat meninjau kembali kebijakan tersebut agar lebih inklusif. Menurut mereka, fasilitas kampus seharusnya dapat dimanfaatkan secara adil oleh seluruh mahasiswa.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!