Ganto.co - Seruan aksi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di depan Kantor Gubernur Sumatera Barat, Senin (4/5), diwarnai kekecewaan mahasiswa setelah Gubernur dan Wakil Gubernur tidak menemui massa aksi.
Kekecewaan tersebut disampaikan oleh Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang sebagai perwakilan massa sebelum aksi dibubarkan. Ia menyatakan ketidakpercayaan mahasiswa terhadap pemerintah provinsi.
"Kami mahasiswa dan masyarakat Sumatera Barat menyampaikan ketidakpercayaan kepada pemerintah provinsi, dan itu akan terus ada serta berlipat ganda," ungkap Hidayatul dalam orasinya.
Menindaklanjuti aksi tersebut, Kahfi Harahap, Presma Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Putera Indonesia (UPI) YPTK Padang yang juga Koordinator Daerah Sumatera Barat BEM Seluruh Indonesia menyampaikan rencana evaluasi melalui wawancara via telepon, Selasa (5/5).
"Insyaallah malam ini kami akan mengadakan evaluasi aksi sekaligus membahas langkah selanjutnya. Jika diperlukan, akan dilakukan aksi lanjutan," ujarnya.
Ia juga menyampaikan harapan kepada gubernur dan wakil gubernur agar bersedia menemui massa aksi pada kesempatan berikutnya.
"Pesan kami, aksi yang dilakukan mahasiswa adalah untuk kebaikan. Kritik yang disampaikan bukan untuk kebencian, tetapi sebagai bentuk kepedulian. Kami berharap ke depan pemerintah dapat hadir dan menemui massa aksi," katanya.
Selain itu, ia menanggapi usulan pembatasan perwakilan massa aksi yang hanya diizinkan berjumlah 10 orang untuk bertemu gubernur. Menurutnya, usulan tersebut ditolak oleh mahasiswa.
"Kami menolak jika hanya 10 orang perwakilan yang bertemu. Massa aksi yang turun jauh lebih banyak, sehingga tuntutan yang disampaikan harus mewakili seluruh peserta aksi," ujarnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!