Berita

KACAMATA UKPWI UNP Bahas Posisi Perempuan dalam Perspektif Sosial dan Islam

KACAMATA UKPWI UNP Bahas Posisi Perempuan dalam Perspektif Sosial dan Islam
Peserta kegiatan Kajian Cantik Muslimah Teladan (KACAMATA) di Aula Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang, Jumat (8/5). f/Istimewa

Ganto.co - Unit Kegiatan Pengembangan Wawasan Islam (UKPWI) Universitas Negeri Padang (UNP) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Kerohanian (UKK) UNP menggelar kajian bertajuk Kajian Cantik Muslimah Teladan (KACAMATA) dengan tema "Kami Tidak Memulai, Tapi Mengapa Selalu Jadi Sasaran?" di Aula Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Jumat (8/5). Kegiatan tersebut merupakan edisi khususGrand Opening Ceremony(GOC)DiscussionIsu Akhwat dan Relasi Syar'i (DIARY).

Ketua Keputrian UKPWI, Bilqis Amelia Putri, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan menghadirkan ruang diskusi bagi perempuan untuk membahas berbagai persoalan kemuslimahan dan isu sosial perempuan.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin menghadirkan ruang diskusi yang aman dan terbuka bagi perempuan untuk memahami berbagai persoalan yang sering terjadi di sekitar mereka, baik dari sudut pandang umum maupun perspektif Islam," ujarnya.

Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK), Fatmariza, dalam pemaparannya membahas posisi perempuan dalam kehidupan sosial dan budaya, termasuk pentingnya memahami kodrat dan peran perempuan di masyarakat.

"Mengapa kita membahas perempuan? Karena kita sering menjadi korban, bahkan banyak yang tidak sadar bahwa diri kita sebenarnya juga bisa menjadi pelaku," ujarnya.

Ia juga menjelaskan perbedaan antara jenis kelamin dan gender. Menurutnya, persoalan gender muncul akibat konstruksi sosial yang menganggap urusan rumah tangga sepenuhnya menjadi tanggung jawab perempuan.

"Padahal, tanggung jawab mengurus anak dan rumah tangga seharusnya dilakukan bersama antara suami dan istri," jelasnya.

Di akhir kegiatan, Fatmariza mengajak peserta memahami perbedaan antara kodrat perempuan dan aturan sosial yang terbentuk di masyarakat agar perempuan mampu menghadapi ketimpangan sosial secara bijak.

"Kita harus memahami hak diri sendiri, tidak merasa lemah, dan mampu menyikapi ketimpangan dengan cerdas tanpa meninggalkan akhlak yang baik," tutupnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Putrie Asyifa Thahira*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Ghina Asyifa Rahmadani (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 3 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.