Ganto.co – Taman Budaya Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan Workshop Tari bertajuk "Pulang ke Akar: Membaca Tradisi, Menulis Tubuh". Kegiatan ini berlangsung pada 11 hingga 13 Mei di Taman Budaya Sumbar dan diikuti oleh 25 peserta tari, Rabu (13/5).Workshop yang berlangsung selama tiga hari ini menjadi ruang refleksi bagi para koreografer dan penari muda untuk menggali kembali lokalitas Minangkabau yang mulai terasing dari rutinitas fisik mereka.
Dosen Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP), Venny Rosalina, menegaskan tema "Pulang ke Akar" bukanlah kreativitas kreativitas dalam tari lama, melainkan perjalanan menemukan identitas.
​"Tubuh Minangkabau berakar pada tradisi masyarakat. Ide lahir dari cara kita melihat fenomena dan aktivitas lokal, bukan dari satu tokoh tertentu," ujarnya.
Mewakili pimpinan Dinas Kebudayaan, Kepala Taman Budaya Sumbar, M. Devid, memberikan apresiasi terhadap ide kreatif yang ditampilkan para peserta.
​ "Workshop ini adalah awal. Teruslah berkarya dengan inovasi tanpa melupakan tradisi demi menyongsong Generasi Emas 2045. kreativitas akan menjadi kunci utama," jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya para penari muda memahami detail terkecil dari karya mereka, mulai dari makna sosial budaya hingga filosofi properti yang digunakan.
​"Kita punya banyak talenta, tapi kurang ruang. Kami ingin generasi muda masuk ke manajemen nasional dan mendunia tanpa melepas akar budaya," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!