Ganto co – Unit kegiatan Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (UK-WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Forum diskusi aktivis Sumatra Barat (FORDIVISBAR) yang dilaksanakan di Aula Falkutas Matemaika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UNP, Selasa (19/5). Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong regulasi daerah bagaimana pemerintah bergerak menurunkan hukum dan Peraturan daerah (Perda) khususnya terhadap masalahLesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Sumatra Barat.
Dalam sambutannya, Pembina UK-WP2SOSPOL, Desri Nora, menekankan pentingnya forum diskusi aktivis ini bagi para mahasiswa.
"Forum ini sangat penting karena menjadi ruang berpikir kritis, berdiskusi sehat, dan mencari solusi bersama untuk persoalan yang meresahkan lingkungan kita" Ucapnya.
Zalatan, ketua pelaksana, menyampaikan penolakannya terhadap LGBT serta mendukung langkah pemerintah daerah dalam merancang regulasi terkait hal tersebut.
"Kami sangat menolak adanya LGBT, baik di kalangan mahasiswa maupun di lingkungan kampus. Kami juga mendukung langkah pemerintah dalam merancang pidana hukum adat. Karena itu, kami akan terus mengawal hingga ada pemerintah daerah yang secara tegas menyikapi isu LGBT ini," tuturnya.
Selain itu, ia juga berharap dengan adanya forum diskusi ini pemerintah bisa membuat peraturan pemda terhadap isu LGBT.
"Besar harapan kami kepada pemerintah untuk secepatnya merumuskan peraturan terhadap isu Igbt". tutupnya
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!