Berita

Fakultas Teknik UNAND Bahas AI sebagai Kompetensi Wajib Insinyur Masa Depan

Fakultas Teknik UNAND Bahas AI sebagai Kompetensi Wajib Insinyur Masa Depan
Tangkapan layar Penyampaian materi dalam webinar AI for Engineering: Kompetensi Wajib Insinyur Masa Depan yang diselenggarakan Fakultas Teknik Universitas Andalas secara daring melalui Zoom Workplace, Sabtu (23/5). f/ Silvia

Ganto.co - Fakultas Teknik Universitas Andalas (UNAND) menggelar webinar eksklusif bertema AI for Engineering: Kompetensi Wajib Insinyur Masa Depan dalam rangka Dies Natalis ke-41 Fakultas Teknik UNAND, Sabtu (23/5). Kegiatan tersebut menghadirkan Ardall Leonardo Niswar, S.T. sebagai narasumber dan Ivan, S.T., M.B.A. sebagai moderator. Webinar ini membahas perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta implementasinya dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam pemaparannya, Ardall Leonardo Niswar membagikan pengalamannya dalam mengembangkan platform berbasis AI bernama Holosuit, Modular AI Platform for Intelligent City. Platform tersebut dirancang sebagai solusi smart city yang mampu membantu pemerintah dalam mengelola layanan publik melalui teknologi AI.

Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut dapat menganalisis perilaku masyarakat melalui CCTV yang telah terintegrasi dengan AI untuk mendeteksi berbagai kondisi, seperti kemacetan, banjir, maupun keramaian. Selain itu, platform tersebut juga mampu menganalisis persepsi publik melalui media sosial dan menyediakan layanan pelaporan masyarakat secara digital.

"AI tidak hanya dilihat sebagai teknologi atau tools, tetapi memiliki kemampuan yang dapat membantu manusia dalam skala yang lebih besar," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan AI tidak dapat dihindari sehingga generasi muda perlu memahami konsep dasar teknologi tersebut, bukan hanya sekadar menggunakan tools yang tersedia.

"Kita tidak bisa menghentikan perkembangan AI, tetapi kita bisa ikut beradaptasi dan memanfaatkan perkembangannya," jelasnya.

Selain membahas teknologi AI, Ardall juga menyinggung pentingnya kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan pemahaman konsep dasar di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Menurutnya, AI memang dapat meningkatkan kecepatan dan efisiensi pekerjaan, tetapi tidak dapat menggantikan kemampuan berpikir manusia.

"AI dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat dan efisien, tetapi kemampuan berpikir kritis dan pemahaman konsep tetap menjadi hal yang paling penting," tambahnya.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Silvia Rahma Haneshar*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Aulia Ranti Putri (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

9 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.