Ganto.co - Pimpinan Ranting Muhammadiyah Simanuk-manuk mengadakan Pengajian Gabungan ke-13 di Desa Simanuk-manuk, Kecamatan Manduamas, Tapanuli Tengah, Minggu (24/5). Kegiatan tersebut mengangkat tema keutamaan kurban dan dihadiri ratusan warga dari berbagai ranting Muhammadiyah di wilayah Manduamas.
Pengajian gabungan ini dilaksanakan secara bergilir setiap bulan antar-ranting Muhammadiyah. Pada pelaksanaan kali ini, kegiatan berlangsung di salah satu desa pelosok di Kecamatan Manduamas. Perjalanan menuju lokasi terbilang cukup menantang karena peserta dan panitia harus melewati jalan berbatu, hutan, serta menyeberangi sungai kecil sebelum tiba di lokasi pengajian yang sederhana.
Dalam sambutannya, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Tapanuli Tengah, Yusri Tanjung, menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah.
"Muhammadiyah bukan agama, melainkan organisasi Islam yang didirikan K.H. Ahmad Dahlan untuk menggerakkan umat di bidang pendidikan, sosial, dan dakwah sesuai ajaran Islam," ujarnya.
Kegiatan tersebut menghadirkan Ustadz Ali Basir dari Aceh Singkil sebagai penceramah utama. Dalam tausiyahnya, ia menjelaskan bahwa ibadah kurban bukan hanya sebatas penyembelihan hewan, tetapi juga bentuk ketakwaan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.
"Kurban itu terkait dengan nilai takwa. Allah tidak melihat daging dan darah hewan kurban, tetapi ketakwaan orang yang berkurban," ucapnya.
Menurutnya, setiap bagian dari hewan kurban memiliki nilai pahala bagi orang yang melaksanakannya.
"Setiap bulu dan bagian dari hewan kurban bernilai kebaikan di sisi Allah," katanya.
Selain memiliki nilai spiritual, ia menilai ibadah kurban juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Kurban melatih jiwa untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial kepada fakir miskin dan masyarakat sekitar," ujarnya.
Ali turut menegaskan bahwa keberlangsungan Muhammadiyah hingga saat ini tidak terlepas dari keikhlasan warga dan manfaat organisasi bagi masyarakat luas.
"Dua hal yang membuat Muhammadiyah tetap eksis adalah keikhlasan warganya dan kebermanfaatannya bagi umat dan bangsa," tuturnya.
Ketua Panitia, Muammar, menyebutkan bahwa kegiatan tersebut dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai ranting Muhammadiyah, seperti Pasar Onan Manduamas, Tumba Julu, Pagar Pinang, Masnauli, Saragih, Manduamas Lama, dan Simanuk-manuk sebagai tuan rumah.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat mempererat ukhuwah antarwarga Muhammadiyah sekaligus memperkuat kolaborasi program sosial dan pendidikan agama di tingkat desa.
"Kegiatan ini bertujuan mempererat ukhuwah antar-ranting sekaligus mendorong kolaborasi program sosial seperti pengelolaan kurban dan pendidikan agama di tingkat desa," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!