Ganto.co - Laboratorium Sosiologi Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Workshop Sosiologi Visual #3 dengan tema "Eksplorasi Realitas Sosial melalui Praktik Collage" secara daring melalui Zoom Meeting, Selasa (26/5).
Kegiatan ini menghadirkan Fauzanah Fauzan El Muhammady sebagai pemateri yang memperkenalkan collage tidak hanya sebagai karya seni, tetapi juga sebagai media untuk memahami realitas sosial dalam penelitian kualitatif.
Dalam pemaparannya, Fauzanah menjelaskan collage merupakan metode visual yang masih jarang diterapkan dalam penelitian sosial di Indonesia dan lebih sering digunakan dalam konteks seni.
"Di Indonesia, collage masih banyak digunakan dalam bentuk seni atau art, sedangkan di negara-negara Eropa collage sudah cukup banyak digunakan dalam penelitian dan konteks pendidikan," ujarnya.
Ia mengatakan, collage kini semakin sering digunakan dalam penelitian kualitatif karena dinilai mampu membantu peneliti memahami realitas sosial secara kreatif dan efektif.
"Dengan collage, seseorang bisa mengekspresikan perasaan, identitas, pengalaman, dan pemikiran yang kadang sulit diucapkan dengan kata-kata. Karena itu, collage dapat menjadi media untuk memahami realitas sosial secara lebih mendalam," katanya.
Menurutnya, metode collage juga membantu peneliti dalam proses refleksi selama penelitian dilakukan.
"Collage tidak hanya digunakan untuk menganalisis sesuatu, tetapi juga dapat memancing seseorang untuk menulis dan bercerita mengenai pengalaman mereka," tambahnya.
Dalam workshop tersebut, ia juga menekankan pentingnya memperhatikan etika penggunaan gambar dan hak cipta dalam praktik collage.
"Penggunaan gambar dalam collage tetap harus memperhatikan etika dan hak cipta. Akan lebih aman menggunakan gambar-gambar bekas seperti koran atau gambar lama," ujarnya.
Melalui workshop tersebut, Fauzanah berharap peserta mampu memahami penggunaan collage sekaligus lebih kritis dalam membaca dan memahami realitas sosial di masyarakat.
"Penggunaan collage dalam penelitian kualitatif diharapkan dapat menjadi pendekatan baru yang lebih kreatif untuk memahami pengalaman dan realitas sosial di masyarakat," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!