Berita

Pelatihan Parafrase Bekali Mahasiswa Cegah Plagiarisme dalam Karya Ilmiah

Pelatihan Parafrase Bekali Mahasiswa Cegah Plagiarisme dalam Karya Ilmiah
Peserta, panitia, dan pemateri berfoto bersama dalam kegiatan Pelatihan Teknik Penulisan Parafrase yang diselenggarakan mahasiswa Teknologi Pendidikan UNP di Laboratorium Teknologi Pendidikan FIP UNP lantai 2, Selasa (2/6). f/Siti

Ganto.co - Mahasiswa Teknologi Pendidikan pada mata kuliah Manajemen Sistem Kepelatihan menggelar Pelatihan Teknik Penulisan Parafrase untuk Meminimalisir Plagiarisme pada Karya Tulis Ilmiah di Laboratorium Teknologi Pendidikan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP) lantai 2, Selasa (2/6). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Umum PPIPM 2025/2026, Mahrizal, sebagai narasumber.

Pelatihan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis mengenai teknik parafrase yang efektif, etis, dan sesuai dengan kaidah akademik. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya menjaga integritas akademik melalui penulisan karya ilmiah yang orisinal dan berkualitas.

"Tujuan pelatihan ini adalah agar mahasiswa mampu melakukan parafrase yang benar sehingga terhindar dari plagiarisme dalam karya ilmiah," ujar Mahrizal.

Dalam pemaparannya, Mahrizal menegaskan plagiarisme merupakan persoalan serius yang dapat merusak kredibilitas akademik seseorang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memahami cara mengolah informasi dari berbagai sumber tanpa menyalin secara langsung.

"Plagiarisme bukan hanya kesalahan akademik, tetapi juga dapat merusak integritas dan kredibilitas penulis," tegasnya.

Ia menjelaskan parafrase memiliki peran penting dalam penulisan karya ilmiah. Selain menunjukkan pemahaman terhadap materi yang digunakan, parafrase juga membantu mahasiswa mengintegrasikan berbagai sumber, memperkuat argumen penelitian, serta menghindari tindakan plagiarisme.

Dalam sesi materi, peserta diperkenalkan dengan tiga teknik yang umum digunakan dalam penulisan karya ilmiah, yaitu kutipan langsung, parafrase, dan ringkasan. Mahrizal juga membagikan beberapa langkah untuk menghasilkan parafrase yang baik, seperti membaca sumber secara menyeluruh, memahami ide utama, menulis ulang menggunakan kata-kata sendiri, memperbaiki struktur kalimat, serta tetap mencantumkan sitasi yang sesuai.

"Kunci parafrase bukan hanya mengganti kata, tetapi mengubah struktur kalimat dan tetap mencantumkan sumber," katanya.

Selain membahas teknik parafrase, pelatihan ini juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam penulisan akademik. Menurut Mahrizal, masih banyak mahasiswa yang melakukan kesalahan dengan hanya mengganti beberapa kata dari teks asli tanpa mengubah struktur kalimat secara keseluruhan.

"Kesalahan yang sering terjadi adalah hanya mengganti beberapa kata, padahal struktur kalimatnya masih sama," ungkapnya.

Ia menyebut praktik tersebut sebagai patch writing, yaitu penulisan yang mempertahankan struktur kalimat asli dengan sedikit perubahan kata. Praktik ini berisiko dianggap sebagai bentuk plagiarisme apabila tidak disertai pengolahan ide dan sitasi yang tepat.

Lebih lanjut, ia mengingatkan peserta untuk selalu mencantumkan sumber rujukan dalam setiap karya ilmiah. Penggunaan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley juga direkomendasikan untuk membantu pengelolaan sitasi secara lebih efektif dan sistematis.

"Jangan pernah mengabaikan sitasi karena sumber rujukan merupakan bagian penting dari integritas akademik," ujarnya.

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu memahami perbedaan antara parafrase yang sah dan plagiarisme, sekaligus meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah yang bertanggung jawab, orisinal, dan sesuai dengan standar akademik.

"Semakin banyak membaca dan belajar dari berbagai sumber, semakin mudah kita menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas,"

tutup Mahrizal.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Siti Nur Hasanah*
Jurnalis • Liputan Berita

Reporter Junior
Diedit & Diverifikasi oleh: Ghina Asyifa Rahmadani (Editor Berita)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.