Berita

UNP Minta Pemindahan Lapangan Tembak TNI Usai Tujuh Kali Insiden Peluru Nyasar

UNP Minta Pemindahan Lapangan Tembak TNI Usai Tujuh Kali Insiden Peluru Nyasar
potret Gedung Rektorat UNP. f/istimewa.

Ganto.co- Universitas Negeri Padang (UNP) desak pemindahan lapangan tembak Tentara Nasional Indonesia di Lapai, Kota Padang. Sejak 2010, sudah tujuh kali terjadi insiden peluru nyasar di kawasan kampus UNP.

Senior Eksekutif UNP, Profesor Ganefri, menilai lokasi lapangan tembak di pusat kota sudah tidak tepat. Apalagi insiden berulang terjadi di lingkungan UNP. Insiden terbaru menimpa dua orang, salah satunya mahasiswa UNP, yang terluka akibat peluru nyasar di Lapangan Gedung Rektorat UNP, Selasa (2/6)

"Saran saya agar hal itu ditinjau ulang oleh pihak TNI dan dipindahkan. Panglima sudah berjanji akan mengevaluasi. Kami khawatir jika berganti panglima, hal ini dilupakan dan tidak ada tindak lanjut," kata Ganefri, Kamis (4/6).

Menurut catatan UNP, lima dari tujuh insiden terjadi saat Ganefri menjabat Rektor UNP periode 2016-2024. Ia mengaku kecewa karena janji evaluasi dan peningkatan keamanan dari pihak Korem sebelumnya tidak membawa perubahan.

"Kami kecewa karena kejadian sudah berulang. Waktu saya jadi rektor, Danrem berjanji evaluasi dan meningkatkan keamanan, tetapi tidak ada perubahan. Jangan sampai ada korban meninggal," ungkap Ganefri.

Ganefri menjelaskan seluruh insiden peluru nyasar di UNP lokasinya tidak jauh dari gedung rektorat. Lapangan tembak TNI di Lapai berjarak sekitar 800 meter dari rektorat dan posisinya sejajar serta menghadap ke gedung tersebut.

Insiden berulang ini merugikan UNP karena kampus dianggap tidak aman. Alun-alun rektorat yang ramai digunakan mahasiswa untuk berfoto usai ujian skripsi ikut terdampak.

"Evaluasi lapangan tembak harus segera ditindaklanjuti. Mahasiswa sudah terdampak, kami juga kesulitan mengamankan mereka," ujar Ganefri.

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

Arifa Adila
Jurnalis • Liputan Berita

Pemimpin Redaksi Daring
Diedit & Diverifikasi oleh: Zahroh Salsabila basir (Redaktur Tulisan Daring)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

8 + 1 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.