Ganto.co- Himpunan Mahasiswa Proteksi Tanaman (HMPTF) Universitas Andalas (UNAND) mengadakan kegiatan Praktisi Mengajar bertajuk "Pestisida dan Teknik Aplikasi & Pengelolaan Hama Terpadu" secara dari melalui Zoom Meeting pada Kamis (4/6). Kegiatan ini menghadirkan Principal Project Manager Proforest UK, Shinta Puspitasari, Ph.D., yang membahas implementasi Pengelolaan Hama Terpadu (PHT) dalam sistem pertanian berkelanjutan melalui studi kasus lanskap kakao di Ghana.
Dalam pemaparannya, Shinta menjelaskan bahwa pengelolaan hama terpadu tidak hanya berfokus pada pengendalian organisme pengganggu tanaman, tetapi juga melibatkan upaya menjaga keseimbangan ekosistem melalui peningkatan keanekaragaman hayati dan praktik pertanian berkelanjutan.
"Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya berfokus pada pengendalian hama, tetapi juga bagaimana membangun sistem pertanian yang sehat melalui peningkatan biodiversitas dan pemulihan ekosistem secara berkelanjutan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan keanekaragaman hayati melalui agroforestri, konservasi habitat, dan restorasi lahan mampu menciptakan keseimbangan ekologi yang mendukung perkembangan predator alami hama. Menurutnya, keberadaan organisme memiliki peran penting dalam mengendalikan populasi hama secara alami di lahan pertanian.
"Ketika ekosistem berada dalam kondisi yang seimbang, predator alami dapat berkembang dengan baik sehingga pengendalian hama dapat berlangsung secara alami tanpa ketergantungan yang tinggi terhadap pestisida kimia," jelasnya.
Selain itu, Shinta juga menyoroti pentingnya ketahanan iklim (climate resilience) dalam sistem pertanian modern. Menurutnya, praktik seperti agroforestri, pengelolaan naungan, konservasi tanah dan air, serta diversifikasi tanaman dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil bagi pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap gangguan iklim.
"Ketahanan iklim menjadi sangat penting karena perubahan iklim berpengaruh langsung terhadap peningkatan risiko serangan hama dan penyakit. Sistem pertanian yang lebih beragam dan ekosistem yang sehat akan lebih siap menghadapi tekanan tersebut," katanya.
Sebagai penutup, Shinta menambahkan bahwa keberhasilan penerapan pengelolaan hama terpadu tidak hanya ditentukan oleh teknologi atau metode budidaya, tetapi juga oleh keterlibatan masyarakat dan petani dalam proses perencanaan serta pengambilan keputusan.
"Keberlanjutan tidak bisa dibangun hanya dari atas. Masyarakat dan petani harus merasa memiliki program tersebut sehingga mereka terdorong untuk terus menjalankannya dalam jangka panjang," tutupnya.
Komentar & Tanggapan Pembaca (0)
Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!